“Saya baru menjadi ibu, dan punya beberapa pertanyaan seputar menyusui. Bayi saya menyusu terus-menerus, mungkin sekitar 1 jam atau lebih dalam sekali waktu. Jadi rasanya saya sudah menghabiskan 12 jam dari 24 jam untuk menyusui saja. Normal enggak sih, hal ini? Bolehkah saya menghentikan acara menyusunya? Apakah waktu 1 jam ini bisa berkurang seiring bertambahnya usia anak?” Demikian surat dari Santi (bukan nama sebenarnya), seorang ibu muda.
Menurut Rebecca Odes dan Ceridwen Morris, penulis From the Hips: A Comprehensive, Open-Minded, Uncensored, Totally Honest Guide to Pregnancy, Birth, and Becoming a Parent, kebanyakan bayi yang baru lahir butuh asupan ASI setidaknya 8-12 kali dalam 24 jam. Bayi yang masih berumur beberapa hari cenderung membutuhkan waktu yang lama untuk menyusu, kurang lebih 45 menit dalam satu sesi. Jadi jika separuh dari waktu Anda dalam sehari dihabiskan untuk menyusui, memang masih normal.
Bolehkah saya memaksa si kecil berhenti menyusu saat itu?
“Bisa Anda coba, tetapi jika ia memprotes dan ingin terus menyusu, biarkan saja ia menyusu,” demikian menurut kedua penulis ini. Proses menyusui memang merupakan konsep “supply and demand”, artinya, jika bayi memang menuntut ASI, Anda harus memberikannya.
Namun perlu Anda ketahui, sesi menyusu yang tak ada henti-hentinya ini justru akan mengirimkan pesan kepada tubuh Anda untuk memproduksi ASI. Karena itu, Anda juga tidak perlu mengkhawatirkan bahwa bayi yang masih muda menyusu secara berlebihan. Jika berat badan bayi bertambah, buang air dengan normal, dan secara umum sehat, tak ada masalah. Si kecil hanya melakukan apa yang disukai bayi pada umumnya: menghisap puting susu ibunya.
Kebiasaannya menghisap puting ini sebenarnya memberi manfaat cukup besar bagi bayi. Ia akan belajar membuat sesi menyusu menjadi lebih efisien. Kapasitas perutnya berkembang, dan setelah 3-4 bulan bayi akan mampu menyusu dengan lebih cepat. Frekuensinya mungkin masih sering, namun dalam durasi yang lebih pendek.
Masa menyusui kadang-kadang memang akan membuat Anda menjadi stres, karena harus berlama-lama duduk sambil memastikan si kecil mendapatkan ASI-nya dengan sempurna. Ditambah lagi rasa sakit yang harus dilalui karena si bayi menghisap puting Anda dengan kuat. Satu-satunya yang dapat disarankan untuk mengurangi stres saat menyusui adalah dengan mengumpulkan “senjata” lain seperti majalah, buku, ponsel, snack, remote control, dan lain sebagainya.
Source: http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/09/14/16490166/si.kecil.kok.menyusu.terus