Archive for June, 2009

Apakah Anda Seorang Germophobe?

Friday, June 12th, 2009

Cuci tangan sebelum makan, cuci tangan dan kaki begitu pulang ke rumah, dan segala macam aturan kebersihan lainnya memang sudah menjadi aturan standar yang diberikan oleh orangtua kita. Namun, ketika menjadi seorang ibu, tiba-tiba segala tindakan pencegahan tadi rasanya kurang cukup.

<!–adsense–>

<!–more–>

Apalagi ketika segala hal di dunia ini terasa sangat berbahaya bagi bayi Anda. Contohnya ketika penyakit-penyakit baru mulai bermunculan, dari Chikungunya, Flu Burung, Flu Babi, Flu Singapura, dan lainnya. Tanpa Anda sadari, Anda berubah menjadi germophobe, phobia akan kebersihan yang berlebihan. Namun, menurut Robert Frenck Jr. M.D., dokter anak ahli penyakit infeksi dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, exposure terhadap kuman juga mengajarkan anak untuk meningkatkan imun, dan membantunya menolak penyakit.

Nah, apakah ketakutan Anda akan kebersihan anak Anda berlebihan? Cari tahu mana yang perlu terus dilakukan dan mana yang tak perlu:

1. Siapa pun yang akan menyentuh anak, harus cuci tangan sebersih-bersihnya.
Betul. Anda harus memastikan, siapa pun yang akan menggendong atau menyentuh anak yang baru lahir sudah mencuci tangannya. Namun, tak perlu membuat semua orang yang bersinggungan dengan si kecil benar-benar steril. Bayi yang baru lahir menerima antibodi dari ibunya yang terbentuk saat si bayi masih di dalam rahim. Ketika bayi berumur 6 bulan dan menerima vaksinasi, ia akan menciptakan antibodinya sendiri, dan tak lagi terlalu rentan sakit. Pada tahap ini cuci tangan sebelum bersentuhan dengan bayi tak terlalu diharuskan, kecuali tangan berada dalam keadaan sangat kotor.

2. Makanan bayi yang tersisa harus dibuang.
Biasanya makanan bayi yang tersisa tak harus langsung dibuang. Jika masih dalam keadaan baik, masih bisa disimpan dan dikonsumsi lagi keesokan harinya. Tentunya ini tak berlaku untuk makanan yang dimasak, melainkan untuk makanan kemasan. Misalkan, makanan bayi kemasan dalam toples, ambil secukupnya, pindahkan ke dalam mangkuk kecil, lalu simpan sisa makanan yang ada di dalam toples tersebut. Jangan sampai sendok yang sudah disuapkan ke dalam mulut si bayi dicelupkan kembali ke dalam toples. Bukan karena si kecil itu memiliki penyakit, namun karena air liur bayi yang tersimpan di sendok kemudian tercampur ke dalam makanan bisa merusak makanan dan membuatnya busuk lebih cepat. Sementara untuk susu dan ASI yang dibotolkan masih bisa dikonsumsi oleh anak yang sama, asal susu tersebut tidak dibiarkan diam di suhu ruangan selama lebih dari 2 jam.

3. Makanan harus dicuci berkali-kali sebelum dikonsumsi
Menyangkut persiapan makanan, tak ada kata terlalu berhati-hati. Bahkan buah-buahan yang sudah dikupas dan dimasukkan plastik agar siap dimakan pun masih bisa terkontaminasi debu, bakteri, dan pestisida. Untuk memastikan bahwa makanan yang disiapkan sudah benar-benar aman dikonsumsi, bersihkan bahan makanan dengan air yang mengalir dan jika perlu, sikat perlahan menggunakan sikat lembut. Lalu keringkan dengan kain yang bersih sebelum diolah atau disajikan. Jangan lupa untuk membasuh tangan, alat makan, dan alas dapur dengan air panas dan sabun setelah mengolah makanan mentah di atasnya agar tidak mengkontaminasi makanan lainnya.

4. “Belum lima menit”
Kata-kata ini terkenal berkat iklan produk pembersih lantai beberapa tahun silam. Namun pada kenyataannya, tak perlu 5 menit untuk membuat bakteri atau virus untuk mengkontaminasi sesuatu yang terjatuh di lantai. Lantai adalah bagian dari rumah yang amat kotor, apalagi di daerah dapur. Lantai dapur memiliki ancaman adanya bakteri salmonela dan E.coli. Maka, apapun benda yang terjatuh di lantai dapur atau pun kamar mandi, sebaiknya langsung dibersihkan dan dicuci dengan sabun sebelum ia menularkan bakteri ke bayi Anda.

5. Bersihkan mainan seminggu sekali
Bakteri dan kuman bisa hidup di mainan dalam waktu lama. Jadi, akan bijak jika mainan anak yang sering dimainkan, apalagi yang sering dimasukkan ke dalam mulut bayi dibersihkan sesering mungkin. Anda bisa membersihkan mainan plastik, tempat makan anak, hingga baki tempat duduk tinggi menggunakan penyemprot steril yang banyak dijual di pasaran. Mainan plastik bisa dibersihkan dengan cairan sabun. Sementara boneka bulu sebaiknya dicuci dengan air panas di mesin cuci, dan jemur hingga benar-benar kering untuk mencegah terbentuknya jamur.

6. Cuci pakaian anak secara terpisah
Anak yang baru lahir memang masih amat sensitif terhadap zat deterjen. Ketika ia sudah melewati tahap tersebut, sebenarnya tak ada masalah untuk mencucinya bersama pakaian orang dewasa. Kecuali ada anggota keluarga yang memiliki penyakit, seperti diare, flu, infeksi kulit, atau lainnya. Beberapa virus mampu bertahan dalam siklus pencucian pakaian harian. Agar lebih aman, pisahkan pakaian anggota keluarga yang sakit menggunakan pemutih (jika bajunya putih) dengan air bertemperatur panas. Jangan lupa menjemurnya di terik panas. Cegah penyebaran kuman, selalu bersihkan tangan Anda setelah menyentuh pakaian kotor, dan bersihkan mesin cuci sebulan sekali dengan mencucinya. Caranya, isi mesin cuci dengan air, tambahkan 1 tutup botol pemutih, lalu jalankan mesin cuci selama beberapa menit.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/10/12400699/apakah.anda.seorang.germophobe

Yang Dibenci Pria Saat Bercinta

Thursday, June 11th, 2009

Pria dan wanita adalah dua individu yang berbeda, tak terkecuali dalam hal bercinta. Banyak hal yang dilakukan pria atau wanita, yang membuat satu sama lain merasa tidak nyaman saat berhubungan intim. Kali ini, Anda perlu tahu apa yang tidak disukai pria saat bercinta. Sadari hal ini, dan perbaiki diri Anda. Pada akhirnya, Anda berdua harus mengusahakan agar satu sama lain merasa puas dan bahagia.

<!–adsense>

<!–more–>

Jika wanita hanya berbaring diam
Inilah yang paling tidak disukai pria: pasangannya diam saja selama intercourse, dan jika wanita berharap pria yang akan melayaninya sepanjang malam. Wanita pun harus bisa aktif, meskipun pria di posisi atas. Lakukan apa saja untuk memberikan kesenangan pada pasangan, entah membelai, menggenggam, mencium, apa saja yang menunjukkan bahwa kita juga menginginkannya. Jika kita hanya berbaring saja menikmati semua sentuhannya, pasangan bisa segera kehilangan gairahnya. Begitu pula ereksinya.

Jika wanita tidak membelainya
Hampir semua wanita pasti senang kalau tubuhnya disentuh atau dicium. Sama halnya dengan pria, meskipun ada di antara mereka yang tidak mengakuinya. Sentuhan ringan, jilatan hangat Anda di sekujur tubuhnya, bahkan ciuman yang tidak rapi, semuanya akan mampu membangkitkan gairahnya. Jangan lupa, puting payudara pria juga sensitif, sehingga ia pun akan menyukai sentuhan di area tersebut.

Jika wanita tidak ikut berpartisipasi
Beberapa wanita yang masih konservatif sering berpikir bahwa pria lah yang mengambil peran 100 persen dalam hubungan intim. Inilah kesalahan yang perlu Anda ketahui. Anda perlu belajar bagaiman ikut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Caranya dengan menunjukkan pada pasangan apa yang Anda inginkan, katakan apa yang membuat Anda senang, atau apa yang menyakiti tubuh Anda. Sebaliknya, minta si dia mengatakan apa yang diinginkannya dari Anda. Pasangan akan sangat senang dengan perubahan seperti ini, dan ia pasti akan mengikuti semua kemauan Anda.

Jika wanita tidak menunjukkan perasaan atau ekspresinya
Tidak usah jaim. Bila Anda mulai menikmati apa yang dilakukannya, jangan ragu menunjukkannya lewat ekspresi wajah -entah saat terangsang, atau saat mencapai orgasme. Tidak perlu malu menyuarakan desahan atau jeritan kecil, karena hal ini akan membuat gairahnya semakin meningkat. Tersenyumlah, atau katakan Anda menyayanginya, pada akhir sesi bercinta. Jika Anda tidak menunjukkan perasaan dengan jelas, pria tidak akan tahu apakah ia sudah melakukan tugasnya dengan baik, atau justru menyimpang. Pria juga bangga dan bahagia bila berhasil mengantarkan pasangannya mencapai puncak.

Jika wanita tidak pernah bereksperimen
Jika Anda tidak ingin kehidupan seksual Anda datar-datar saja, atau membosankan, segera ambil inisiatif dan bertindaklah sebelum terlambat. Jangan hanya mengandalkan gaya missionary, lakukan juga posisi woman on top atau spooning. Bila hal ini pun sudah sering Anda lakukan, lakukan berbagai hal lain. Berikan surprise pada pasangan, entah dengan memakai lingerie yang seksi, melepas seluruh pakaian Anda dengan menggeliat ala penari striptease, atau bahkan meniru adegan dalam film-film erotis. Jangan menolak saran-sarannya hanya karena Anda takut mencoba sesuatu yang baru.

Jika wanita tidak pernah berinisiatif untuk mengajak bercinta
Pria tidak suka jika wanita tidak pernah menjadi pihak yang pertama melakukan sesuatu. Tidak perlu malu, atau mempertahankan tradisi bahwa wanita tidak layak menjadi pihak yang mengajak. Jika Anda memang sedang menginginkannya, katakan dengan terus-terang. Hampir tidak pernah ada pria yang menolak ajakan bercinta dari pasangannya, meskipun ia sudah kelelahan sekalipun. Bahkan, ajakan Anda akan membuatnya langsung turn on. Bila Anda masih sedikit malu, berikan saja sentuhan-sentuhan yang menunjukkan bahwa Anda menginginkannya. Pendek kata, jangan hanya bercinta dengannya saat ia meminta.

Jika wanita tidak berhenti berbicara
Pria tahu bahwa kita senang berbicara, tetapi jangan membicarakan pacar baru teman Anda, atau deterjen yang lupa Anda beli di mini market, saat sedang intercourse. Atau, mata Anda melotot ke arah televisi yang lupa dimatikan. Lupakan semua kegiatan sehari-hari, dan fokuslah pada apa yang sedang Anda lakukan bersama pasangan. Anda bisa membisikkan sesuatu yang romantis, atau menyampaikan hasrat Anda yang paling rahasia. Si dia pasti tak akan pernah bosan bercinta dengan Anda.

Jika wanita mengkhawatirkan sesuatu yang tidak penting
Bercinta membutuhkan konsentrasi, karena itu tak perlu memedulikan sesuatu di sekitar Anda, seperti suara benda jatuh, tetangga yang sedang bertengkar, atau seprei baru yang terkoyak gerakan-gerakan si dia. Sebagian perempuan bisa segera mengubah dirinya dari horny, langsung menjadi ibu rumah tangga yang sibuk bebersih setelah intercourse. Misalnya dengan beranjak ke kamar mandi, atau membersihkan bed cover. Hal ini membuat pria merasa hubungan seks diinterupsi dengan rutinitas sehari-hari. Jangan mengacaukan suasana erotis ini. Usai bercinta, meringkuklah di bawah pelukannya, atau bila Anda berdua sudah kelelahan dan mengantuk, langsung tertidur justru lebih berharga buatnya.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/10/11590657/yang.dibenci.pria.saat.bercinta

Seks Selama Kehamilan

Wednesday, June 10th, 2009

Saat hamil, berhubungan seks memang hampir tidak terpikirkan oleh wanita. Jangankan hendak berhubungan intim, menghadapi mual, muntah, atau rasa lelah saja sudah enggak tahan. Namun, sebagian wanita lain justru tetap merasakan keinginan untuk bercinta saat hamil. Di lain pihak, pria juga menghadapi dilema: sebagian khawatir akan melukai bayi atau pasangannya, dan sebagian yang lain menganggap istrinya yang sedang hamil terlihat lebih seksi.

<!–adsense–>

<!–more–>

Sebenarnya, aman-tidaknya berhubungan seks selagi hamil tergantung pada kondisi wanita tersebut. “Seks selama kehamilan cukup aman untuk kebanyakan wanita dengan kehamilan berisiko rendah dan tidak susah,” ujar Dayna Salasche, MD, profesor bidang obstetri dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, dan dokter kandungan di Northwestern Specialists for Women, di Chicago.

Kondisi per trimester
Selama trimester pertama, kebanyakan wanita memang tidak begitu merasakan keinginan untuk bercinta karena mereka masih merasa begitu lelah dan mual. Namun, pada trimester kedua, “Mereka sudah merasa lebih baik, cairan pelumas juga lebih banyak,” papar Monica Foreman MD, dokter kandungan di Montefiore Medical Center di Bronx, NY. Hal ini membuat seks menjadi lebih menarik dan berpotensi lebih memuaskan. Selain itu, wanita juga masih merasa cukup nyaman selama trimester kedua karena perut mereka belum benar-benar membulat. Nah, pada trimester ketiga, perut makin membesar dan kelelahan kembali dirasakan sehingga seks tidak lagi begitu dipikirkan.

Tidak benar bahwa janin bisa terluka bila sang ibu melakukan hubungan seks. “Bayi itu dilindungi dengan baik. Ia berada dalam telur yang dikelilingi bantal sehingga tidak mungkin dapat melukai bayi. Bila para calon ayah mengetahui hal ini, biasanya mereka merasa lebih baik,” ujar Salasche.

Namun, mengalami orgasme saat usia kandungan mendekati saatnya melahirkan menyebabkan pelepasan prostaglandins. Secara teori hal ini menyebabkan kontraksi. “Pada usia kehamilan 40 minggu, hal ini tidak berbahaya,” tegas Foreman.

Posisi yang disarankan
Saat perut semakin membesar, gaya missionary (pria di atas) lebih tidak nyaman untuk wanita, demikian menurut Foreman. Ia menyarankan posisi yang lebih nyaman, yaitu intercourse dari belakang atau dari samping ke samping (spooning).

“Posisi punggung si wanita seharusnya tidak datar karena rahim yang terus berkembang dapat menekan pembuluh darah utama,” jelas Salasche. Hal ini dapat menyebabkan tekanan dan sakit pada panggul. Fenomena ini umumnya terjadi pada trimester ketiga. Berbaring telentang juga menyebabkan sindrom hipotensif telentang yang mengakibatkan perubahan detak jantung dan tekanan darah. Bila ini terjadi, wanita bisa merasa pusing.

Aktivitas seksual yang perlu dihindari selama kehamilan adalah seks oral. “Jika seks oral dilakukan pada wanita hamil, udara tertiup ke dalam vagina sehingga wanita bisa mengembangkan udara ke pembuluh darah yang lalu akan bermigrasi ke paru-paru, dan berpotensi memberikan konsekuensi yang fatal,” tukas Salasche.

Peka pada kondisi tubuh
Seks selama kehamilan bisa menjadi kurang aman bagi wanita yang memiliki sejarah keguguran berulang, kelahiran prematur, pendarahan, atau inkompetensi leher rahim (kondisi di mana leher rahim membesar tanpa kontraksi pada trimester kedua atau awal ketiga, ketika berat bayi menambah tekanan pada leher rahim). Wanita dengan placenta previa (kondisi plasenta menutupi leher rahim) juga berisiko terjadinya hemorrhaging (pendarahan) jika melakukan hubungan seks selama kehamilan. Wanita dengan rekahan membran prematur, yang terjadi ketika kantong yang berisi janin dan air ketuban meletus sebelum waktunya, juga perlu menghindari hubungan seks saat hamil.

“Jika tidak ada kontraindikasi, wanita bisa melakukan intercourse sepanjang kehamilannya,” ujar Foreman. Namun, jika setelah melakukan hubungan seks Anda mengalami pendarahan atau bau tidak sedap, ia menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang dapat berpindah ke rahim.

Pendek kata, Anda boleh melakukan hubungan seks, namun tetaplah peka dengan kondisi tubuh maupun gejala-gejala yang muncul setelah melakukannya. Setelah itu, Anda cukup menikmati hubungan itu dan selalu terbuka pada suami mengenai apa yang membuat Anda nyaman atau tidak.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/09/12081568/seks.selama.kehamilan

Makan Sepagi Mungkin dan Dapatkan Berat Ideal

Tuesday, June 9th, 2009

Belum ada kata “damai” untuk peperangan antara wanita dan lemak. Masih banyak wanita merasa tubuhnya belum sempurna jika belum menurunkan beberapa kilogram lagi dari tubuhnya. Segala macam cara sudah dicoba, dari olahraga, pil diet, hingga akupunktur. Tentu saja usaha tersebut akan sia-sia jika asupan makanan tidak diatur dengan baik.

<!–adsense–>

<!–more–>

Padahal yang terpenting untuk dijaga agar bobot tubuh tidak melebihi batas yang diinginkan adalah asupan sehari-hari. Tak perlu serta-merta mengurangi atau berhenti makan sekaligus, cukup dengan mengatur jadwal dan porsi makan saja.

Ketika menyangkut makanan, riset yang dilansir RealAge.com mengatakan bahwa kapasitas manusia untuk merasa puas atau kenyang lebih cepat dan kuat di pagi hari, dan secara progresif berkurang sepanjang harinya. Dengan kata lain, jangan lupa makan atau sarapan di awal hari Anda. Jika tidak sarapan, Anda hanya akan merasa lapar di sisa hari, sehingga mengasup lebih banyak kalori.

Jika Anda ingin menghilangkan beberapa kilo lagi dari tubuh (atau ingin mempertahankan bobot tubuh), sebuah riset menyarankan untuk mengatur porsi makan lebih banyak di pagi hari, porsi menengah di siang hari, dan sedikit di malam hari. Tentunya jika Anda memiliki siklus harian yang teratur.

Bahkan, makan “berat” saat sarapan, apalagi yang menunya mengandung protein sehat dan karbohidrat, bisa mengurangi rasa ingin mengemil sepanjang hari. Dalam hal ini memang tidak bisa dipastikan berapa jumlah kalori yang harus Anda konsumsi setiap kali makan, karena setiap manusia memiliki hitungannya sendiri.

Berikut adalah tips untuk menghindari keinginan mengemil dan mengendalikan kalori:
* Telur. Dengan menambahkan menu telur di sarapan Anda akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Kolesterol jahat yang terkandung di dalam telur bisa diminimalisasi jika Anda mengawasi konsumsinya (tak lebih dari 1 sehari).

* Jangan lewatkan waktu makan, khususnya sarapan. Buat sarapan menjadi kebiasaan harian dalam rentang waktu satu jam setelah bangun tidur.

* Disiplin dan kekuatan diri. Mengemil karena emosi bisa membuat Anda merasa lebih baik dalam waktu singkat, namun bisa menambah bobot tubuh dalam waktu yang panjang. Ketimbang mengemil, kunyah saja permen karet (beberapa permen karet memiliki efek laktasi jika terlalu banyak, perhatikan berapa banyak yang Anda kunyah), atau minum segelas air putih, atau berjalan-jalanlah sebentar.

* Atasi rasa lapar. Jika memang Anda terpaksa dan harus mengunyah di luar jam makan, cukup konsumsi sup bening. Jika rasa lapar menyerang di waktu malam padahal Anda sudah makan malam, alihkan pikiran, dan cobalah untuk tertidur. Letakkan kudapan di bagian paling belakang lemari penyimpanan.

* Jangan kelaparan. Siapkan makanan Anda dalam porsi yang sama, namun pilih makanan yang segar dan ringan (seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan yang direbus) ketimbang makanan berat dan digoreng.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/08/10155947/makan.sepagi.mungkin.dan.dapatkan.berat.ideal

Mencukur Bulu-bulu di Tubuh

Monday, June 8th, 2009

Hampir sekujur tubuh kita ditumbuhi bulu. Sebut saja bulu tangan, kaki, alis mata, ketiak, bahkan kumis tipis ala Iis Dahlia. Tak semua orang menyukai tumbuhnya bulu ini, sehingga banyak yang menginginkan agar bulu tersebut dirapikan. Namun bagaimana agar kita dapat menerapkan pengangkatan bulu halus pada tubuh dengan cara yang aman, dan bila mungkin tanpa rasa sakit?

<!–adsens–>

<!–more–>

Betis
Lebih baik: Dicukur

Dicukur membuat proses penghilangan bulu lebih cepat dan tidak sakit. Menurut Doris Day, dermatologist terkenal dari New York City, “Risiko iritasi atau bulu tumbuh ke dalam juga kecil. Jika menghilangkan bulu dengan waxing, Anda harus membiarkan bulu tumbuh dulu sebelum menghilangkannya.”

Cara melakukannya:
* Cukur bulu kaki dengan pisau cukur 10 menit sebelum mandi. Jika tidak, kulit akan melembung dan Anda tidak akan bisa mencukur dengan seksama.
* Gunakan shaving cream yang mengandung cukup banyak moisturizer, seperti jojoba oil atau shea butter.
* Pisau cukur dengan dua bilah akan mempersingkat waktu Anda menyapu bulu yang harus dicukur, dan menghindari luka akibat pisau cukur.
* Iritasi biasanya diakibatkan oleh pisau yang tumpul, atau menekan terlalu dalam. Anda tidak perlu menekan pisau cukur, cukup sapukan pisau cukur di atas kulit. Buang silet pisau cukur setelah tiga hingga lima kali penggunaan.
* Gantung pisau cukur tegak lurus supaya kering. Pisau yang lembab menyebabkan pertumbuhan bakteri.

Bikini line
Lebih baik: Di-wax di salon

Rasanya memang sakit, seperti saat Anda mencabut plester dari tubuh Anda berulang kali. Namun menurut Doris Day, hasilnya membuat bulu pubis tidak cepat tumbuh lagi daripada cara lain. Rambut yang kasar cenderung tumbuh lagi lebih berantakan akibat trauma folikel (lubang tumbuhnya rambut). Area bikini memang sangat sensitif, sehingga sebaiknya Anda mengunjungi salon untuk melakukannya.

Cara melakukan:
* Lakukan exfoliating dengan bahan scrub yang lembut sehari sebelum waxing untuk mengangkat kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan rambut yang tumbuh ke dalam.
* Panjang rambut seharusnya 1/2 - 1 cm saja agar dapat mencengkeram plester wax dengan baik.
* Oleskan perawatan asam salisil segera setelah waxing, dan setiap hari sesudahnya untuk menjaga agar pori-pori tetap bersih dan tidak bengkak.

Mengurangi rasa sakit saat waxing
Ikuti tips dari Wendy Allred, education manager dari Bliss Spas

1. Jadualkan waxing seminggu setelah siklus menstruasi, ketika Anda tidak begitu sensitif pada rasa sakit.
2. Minta aesthetician yang akan menangani Anda untuk memperingatkan sebelum Anda mengangkat plester. Dengan demikian Anda dapat mengambil nafas untuk mengalihkan tubuh dari dari rasa sakit.
3. Petugas waxing sebaiknya menekan bagian bulu yang tercabut setelah plester direnggut, untuk menenangkan saraf. Atau lakukan saja sendiri.

Ketiak
Lebih baik: Dicukur

Cara ini cepat, mudah, dan tidak sakit.

Cara melakukannya:
* Oleskan shaving cream sehingga pisau cukur dapat menyapu bulu dengan mulus.
* Bulu ketiak tumbuh dengan arah yang berbeda-beda, jadi pastikan Anda mengikuti arah tumbuhnya.
* Setelah itu, gunakan deodoran dengan moisturizer seperti Secret Flawless Touch dari Olay.

Alis
Lebih baik: Tweezing (Dicabut dengan pinset)

Rasanya nyelekit. Bila menggunakan cara ini, Anda harus mencabuti satu-satu bulu alis.

Cara melakukannya:
* Pastikan tweezer (pinset) bersih, untuk menghindari menyebarnya bakteri.
* Tekan wash lap hangat ke alis untuk membuat folikel melunak.
* Ambil setiap helai rambut mendekati akarnya, lalu cabut dalam sekali tarik.
* Cegah rasa perih atau terbakar dengan menempelkan es ke kulit.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/05/10292728/mencukur.bulu-bulu.di.tubuh

Tidur Lebih Nyaman dengan Tengkurap

Friday, June 5th, 2009

Kekhawatiran akan terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi membuat orangtua ragu menidurkan bayi kecilnya dalam posisi tengkurap. Sebenarnya, SIDS tak akan terjadi jika kondisi bayi selalu terpantau. Anda tak perlu ragu.

<!–adsense–>

<!–more–>

Dengan seringnya Si Kecil tengkurap, ia belajar mengembangkan kekuatan leher, punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya. Sehingga kurang lebih di usia usia 4 bulan, kebanyakan bayi secara sadar telah mampu menopang kepala dan lehernya, serta mendorong badannya dengan menggunakan siku tangan.

Jika sudah menguasai kemampuan tersebut dengan baik, tidak lama dari itu kemampuan mengangkat tubuh ini meningkat; dia mulai bisa membalikkan badan, menggeser, dan akhirnya mampu menggulingkan badan. Saat dalam posisi telentang, dia pun mampu tengkurap sendiri.

Tidur pun lebih nyaman
Betapa pentingnya tengkurap telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satunya, penelitian yang dilakukan oleh Klinik Wichita, di Newton, Amerika Serikat, yang kemudian dipublikasikan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. Penelitian ini membuktikan, bayi yang lebih banyak tidur telentang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berguling di usia 4 bulan daripada bayi yang tidur telungkup.

Hal yang sama diakui oleh Glenn Doman (seorang pakar perkembangan otak anak). Menurutnya, untuk mempermudah bayi bergerak, maka bayi harus diletakkan di lantai -tentu saja yang bersih dan aman- dalam posisi tengkurap agar dia bisa menghabiskan waktunya sebanyak mungkin menggerakkan tangan dan kakinya untuk bergerak maju. Doman meyakinkan, sangat tidak mungkin bayi bergerak jika diletakkan telentang. Ibarat  seekor kura-kura yang diletakkan dalam posisi terbalik.

Selain baik bagi perkembangannya, tengkurap juga membuat tidur bayi lebih nyaman dan nyenyak, hingga bisa mengurangi tangisnya. Tentu saja harus dengan pengawasan yang seksama ketika bayi tidur tengkurap. Manfaat lain dari tidur tengkurap adalah mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang. Ingat, tidur dengan satu posisi terus-menerus, seperti telentang atau miring, menyebabkan kepala bayi gepeng. Karenanya, akan lebih baik jika bayi berganti-ganti posisi tidurnya, salah satunya posisi tidur tengkurap.

Selanjutnya, dengan mampunya Si Kecil tengkurap sendiri, akan mempermudahnya dalam menapaki kemampuan motorik kasar selanjutnya, yaitu berguling, merangkak, berdiri, hingga berjalan. Sebab itu, setiap hari bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk tengkurap sekitar 30 menit. Bisa melakukannya langsung atau bisa dibagi-bagi menjadi beberapa kesempatan. Hanya saja, untuk bayi prematur, posisi tidur tengkurap tidak disarankan, terkait dengan fungsi organ tubuhnya yang belum matang.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/05/31/19464691/tidur.lebih.nyaman.dengan.tengkurap

Amankah Mencuci Rambut Setiap Hari?

Friday, June 5th, 2009

Informasi pada beberapa kemasan shampo menjelaskan bahwa kita boleh berkeramas setiap hari, terutama bila rambut kita berminyak. Kita juga diminta untuk berkonsentrasi pada akar rambut, karena kulit kepala lah yang berminyak, bukan rambutnya. Setidaknya demikian pendapat ahli kecantikan Mitchell Barnes dari majalah Real Simple.

<!–adsense–>

<!–more–>

Namun ada sejumlah pendapat baru yang menyebutkan bahwa rambut sebaiknya tidak dikeramas setiap hari:

* Rambut menjadi lebih sehat, karena kulit kepala kita memproduksi minyak alami yang menjaga agar rambut tetap sehat. Dengan membasuh minyak ini setiap hari, Anda kehilangan beberapa kunci gizi rambut. Saat Anda tidak mencuci rambut, Anda membiarkan minyak ini waktu untuk mempenetrasi dan terserap oleh rambut. Hasilnya, rambut Anda menjadi lebih lembut dan bersinar.

* Lebih banyak kontrol. Kadang-kadang ketika rambut dibiarkan betul-betul kering, dan memberi waktu minyak alami diproduksi, rambut justru lebih dapat diatur.

* Menjaga warna rambut. Rambut yang dicat dan dikeramas setiap hari akan membuat warna cat memudar, daripada jika Anda tidak mencucinya lebih sering.

* Kondisioner diperlukan untuk rambut berminyak, namun cukup aplikasikan pada 2/3 rambut. Mengaplikasikan kondisioner pada akar rambut hanya akan menambah berat pada rambut. Selain itu kondisioner meninggalkan sisa minyak pada bagian atas rambut, yang membuat kotoran menempel.

* Mengurangi penggunaan hair dryer. Otomatis, jika Anda tidak setiap hari berkeramas, penggunaan hair dryer juga makin berkurang. Artinya, Anda juga mencegah rambut cepat rusak karena terkena hawa panas.

* Meskipun ada saran untuk menggunakan shampo dua kali saat keramas, menurut Julyne Derrick dari About.com, kita tidak harus mengikuti saran tersebut. Jika rambut kita pendek, cukup gunakan shampo sekali. Bila rambut panjang dan tebal, baru ulangi penggunaan shampo karena rambut yang tebal lebih sulit dibersihkan.

Source:

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/05/25/19524682/amankah.mencuci.rambut.setiap.hari

Tips Menggunakan Bronzer

Friday, June 5th, 2009

Bronzer

Bronzer

Menjelang musim panas, para selebriti Hollywood seakan berlomba-lomba berjemur agar kulit tubuhnya terlihat kecoklatan. Kulit eksotis, berwarna coklat gelap dan mengilap, memang memberi kesan seksi dan menggoda. Kesan ini diterjemahkan menjadi tren warna bronze yang banyak diusung para desainer pakaian, desainer aksesori, juga warna tren global musim panas 2009 ini.

<!–adsense–>

<!–more–>

Diperlukan ketelitian dan ketepatan dalam menggunakan bronzer agar terlihat sempurna saat dikenakan, karena digunakan sedikit saja di tempat yang salah akan memberikan kesan palsu dan terlalu gelap. “Kebanyakan wanita memilih bronzer yang terlalu gelap untuk warna kulit mereka, lalu dioleskan di seluruh wajah. Hasilnya? Terlihat seperti lumpur yang menempel,” ujar makeup artist, Mally Roncal, penata rias Jennifer Lopez dan Mariah Carey.

“Cobalah beberapa warna di kulit Anda. Pilih warna yang terlihat keemasan, jangan coklat. Lalu gunakan perona pipi merah muda untuk tampilan akhirnya. Salah satu kesalahan umum yang terjadi lainnya adalah dengan menggunakan bronzer di pipi. Warna bronzer yang lebih gelap sebaiknya digunakan di garis keliling wajah, jadi mulailah mewarnai dari arah sana ke arah dalam wajah. Mungkin terdengar menyeramkan, tapi ini justru triknya, untuk membuat tampilan terlihat lebih natural ketimbang hanya di pipi,” terangnya.

Tips memulas bronzer:
1. Lakukan tes. Pilih bronzer matte kekuningan. Untuk kulit yang putih, pilihlah warna termuda yang ada di rangkaian warna bronzer. Untuk kulit medium kecoklatan, pilih dari beberapa warna yang ada di tengah. Sementara untuk warna kulit gelap, pilih warna shade paling tua. Coba di garis rahang wajah Anda, harusnya akan terlihat keemasan dan berbaur dengan warna kulit.
2. Persiapkan kulit. Oleskan foundation yang biasa Anda gunakan di tempat-tempat yang diperlukan, lalu oleskan concealer di bagian bawah mata dan titik-titik yang diperlukan. Jika kulit Anda cenderung berminyak, bubuhkan bedak translucent di bagian wajah yang sering terlihat mengilap untuk mencegah bronzer membuat kulit terlihat gelap di titik-titik tersebut.
3. Bronze. Setelah mengoleskan kuas di bronzer, tepuk-tepuk gagang kuas untuk menghilangkan kelebihannya. Dengan gerakan memutar kecil, bubuhkan bronzer di daerah rahang dan garis mulai tumbuh rambut di sekitar wajah. Ulangi di sekitar tulang pipi, sisi kiri-kanan hidung, dahi, dan dagu.
4. Baurkan. Bubuhkan sisa bronzer yang ada di kuas pada leher, lalu tepuk-tepuk lagi gagang untuk menghilangkan sisa bubuknya. Sapukan lagi kuas yang sudah tak ada bubuk bronzer-nya di tempat yang sudah dipulas dengan bronzer (di wajah dan leher) untuk membaurkan warnanya agar terlihat lebih natural.
5. Tambahkan perona pipi. Sapukan perona pipi di daerah pipi yang paling menonjol sambil tersenyum. Ini untuk mencegah bronzer terlihat datar. Sisa makeup Anda yang lain sebaiknya terlihat tidak menonjol; eyeliner coklat, eyeshadow emas, bronze, hijau, atau ungu, dan pemulas bibir berwarna nude atau merah jambu.

Tips tambahan:
1. Umumnya, bronzer memiliki beberapa warna pilihan, untuk kulit putih, medium, atau gelap. Pilih warna yang paling tepat untuk kulit wajah Anda, agar tak terlihat terlalu gelap dan palsu. Pastikan bubuk bronzer yang Anda gunakan memiliki warna dasar kekuningan yang matte, bukan pink atau sparkly. Coba aplikasikan warna bronzer di rahang, warnanya harus terlihat tan (coklat seperti terbakar), bukan coklat lumpur.
2. Gunakan kuas ukuran sedang. Untuk kontrol lebih baik, ketimbang kuas berukuran besar.
3. Untuk membaurkan bronzer, sapukan lagi kuas yang sudah tak ada sisa bubuknya kembali di titik-titik wajah.
4. Untuk siang hari, gunakan perona pipi berwarna kemerahan di bagian pipi yang menonjol. Sementara di malam hari, coba gunakan perona pipi dengan warna shimmery pink. Usahakan untuk mendandani sisa wajah Anda dengan warna-warna kalem dan lembut. Gunakan eyeliner coklat (jangan hitam).

Seks Hot di Pagi Hari

Thursday, June 4th, 2009

Pagi hari sering kali jadi puncak tertinggi gairah pria. Maklum saja, pria sering mengalami nocturnal penile tumescence (NPT) yang membuat pria dengan kondisi organ genital sehat mengalami ereksi tiga hingga lima kali dalam tidurnya. NPT atau sering juga disebut “morning glory” ini kerap kali berlanjut hingga pagi. Tak heran bila pagi menjadi waktu paling “panas” untuk pria.


(more…)

4 Macam Problem Menstruasi

Wednesday, June 3rd, 2009

Menstruasi adalah salah satu kelebihan wanita yang dapat memberikan keuntungan dan kerugian sekaligus. Menguntungkan, karena jika kita mampu berovulasi, artinya kita bisa hamil dan memiliki anak. Tidak menguntungkan, karena banyak dari kita yang harus mengalami rasa sakit atau mood yang naik-turun, yang sering kita sebut sebagai pre-menstrual syndrome atau PMS.


(more…)