Kesehatan adalah suatu karunia yang tak ternilai harganya. Tak ada orang yang mau jatuh sakit. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengetahui apa yang baik untuk kesehatan Anda. Ketahui kesalahpahaman apa yang sering beredar di masyarakat mengenai kesehatan wilayah kewanitaan Anda.
(more…)
Archive for June, 2009
Salah Kaprah Seputar Kesehatan Wanita
Friday, June 19th, 2009Menghilangkan Bau Kaki Secara Alami
Friday, June 19th, 2009Uh, malunya ketika harus membuka sepatu saat memasuki rumah orang, dan tercium bau kaki Anda. Kaki yang bau biasanya disebabkan oleh keringat yang mengendap pada kaki, dan bercampur bakteri. Kurangi bakteri pada sepatu dengan sering mencuci bagian dalamnya. Anda juga bisa menambahkan bantalan khusus untuk menyerap keringat yang sudah banyak dijual di toko-toko kesehatan. Belum berhasil juga? Coba tips berikut.
(more…)
Kenali Kondisi Tubuh Saat Merencanakan Kehamilan
Thursday, June 18th, 2009Kehadiran anak adalah sebuah anugerah. Bagi sebagian pasangan, perlu usaha ekstra untuk mendapatkan keturunan karena mengalami berbagai kesulitan dalam hal kesuburan. Seperti yang telah diketahui pada umumnya, gaya hidup sehat memegang peranan penting bagi mereka yang ingin mengandung. Direktur Morula IVF Jakarta dan Wakil Direktur Bundamedik Healthcare System Jakarta, Indonesia, dr Ivan R Sini memberikan beberapa tips menuju kehamilan sukses:
Risiko Menaburkan Bedak di Vagina
Wednesday, June 17th, 2009Anda mungkin sering memberikan bedak kepada anak perempuan yang masih bayi. Biasanya, bedak ditaburkan di sekitar vagina dan selangkangan setelah anak mengompol atau mandi. Tujuannya untuk membuat daerah sekitar vagina tidak lembab dan tetap kering. Kebiasaan ini ternyata sering kali terbawa pada sejumlah anak perempuan hingga dewasa. Misalnya ketika vagina terasa gatal, Anda menaburkan bedak di sekitar vagina untuk menghilangkan rasa gatal tersebut.
(more…)
Mitos Seputar Testosteron
Tuesday, June 16th, 2009Testosteron merupakan hormon seks pria yang punya peran penting dalam fungsi seksual, produksi sperma, pembentukan otot, dan intonasi suara. Rendahnya kadar hormon ini akan menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kronis, depresi, gangguan ereksi, dan postur tubuh yang kurang tegap atau berkurangnya kemampuan atletik.
<!–adsense–>
<!–more–>
Penelitian menunjukkan bahwa hormon testosteron dalam jumlah yang normal sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada pria. Selain itu, pria yang kadar testosteronnya normal lebih panjang umur dibanding dengan pria yang kekurangan hormon ini.
Banyak mitos yang salah beredar mengenai hormon pria ini. Abraham Morgentaler, MD, dokter spesialis urologi dari Harvard Medical School dan penulis buku Testosterone for Life akan menjawabnya untuk Anda.
1. Testosteron adalah obat yang ilegal
Hormon testosteron termasuk dalam obat yang legal, terlebih hormon ini sangat penting bagi pria. Yang ilegal adalah bila hormon ini dipakai tanpa resep dokter. Meski begitu, banyak organisasi olahraga yang punya aturan ketat tentang penggunaan obat atau suplemen yang mengandung testosteron karena bisa memengaruhi performa atlet. Atlet yang melanggar bisa dikenai sanksi.
2. Testosteron adalah steorid, dan steorid berbahaya.
Ya, testosteron memang steorid, tapi tidak berbahaya. Lagi pula secara alamiah kita dipenuhi oleh berbagai steorid. Menurut Morgentaler, kata steroid sebenarnya berkaitan dengan molekul yang ditopang oleh empat karbon, seperti estrogen, progesteron, kortisol, juga kolesterol.
Sementara itu, dalam dunia olahraga, steroid merupakan kependekan dari anabolic steroid hormone yang berarti secara khusus bekerja untuk membangun otot dan tulang, seperti testosteron.
3. Testosteron menyebabkan perilaku kasar dan tak terkontrol
Belum ada fakta yang membuktikan testosteron menyebabkan tindakan agresif, kekerasan, atau perilaku tak terkontrol lainnya. Sebaliknya, pria dengan hormon testosteron yang rendah justru mudah marah, dan kondisi ini akan membaik setelah kadar testosteronnya naik.
4. Testosteron menyebabkan kanker prostat
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron yang tinggi justru risikonya lebih kecil untuk terkena kanker prostat.
5. Kadar Testosteron yang tinggi menyebabkan kebotakan
Secara umum, pria yang mengalami kebotakan punya kadar testosteron yang sama dengan pria yang rambutnya masih lebat. Kebotakan, menurut Morgentaler, biasanya sudah diturunkan secara genetis.
Source: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/15/11363931/inilah.mitos.seputar.testosteron
Alergi? Cobalah Makanan Ini!
Tuesday, June 16th, 2009Hingga saat ini cara terbaik untuk melawan alergi adalah dengan menghindari pencetusnya. Namun, studi terbaru menunjukkan pola makan yang sehat ternyata bisa membantu kita melawan alergi. Diet bernutrisi akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi saluran pernapasan yang memicu alergi.
<!–adsense–>
<!–more–>
Kaitan antara makanan dan imunitas tubuh melawan alergi pada awalnya diteliti di wilayah kepulauan Crete, Yunani. Di sana, hanya sedikit warga yang menderita gangguan pernapasan akibat alergi. Setelah diteliti, ternyata warga di pulau tersebut sejak kecil terbiasa makan buah, sayur, ikan, dan minyak zaitun.
Diet mediteranian yang dianut orang-orang dari Crete sangat kaya akan antioksidan. Antioksidan sendiri akan bekerja untuk melindungi sel dari radikal bebas. Dalam studi yang dilaporkan dalam jurnal Thorax, peneliti juga menyatakan konsumsi margarin akan meningkatkan risiko alergi dan batuk. Ini karena margarin dibuat dari lemak kurang baik.
Bila Anda termasuk orang yang punya riwayat alergi, jangan lupa untuk memasukkan makanan ini dalam menu harian Anda.
Kacang
Kacang sangat kaya akan vitamin E dan magnesium. Penelitian menunjukkan magnesium meningkatkan fungsi paru dan melawan batuk akibat asma.
Apel, Jeruk, dan Tomat
Tiga buah ini merupakan sumber antioksidan yang paling baik, yakni vitamin C. Penelitian menunjukkan ketiga buah-buahan ini membuat orang-orang dari Crete bebas dari asma dan alergi. Hal ini penting karena setengah dari penderita asma juga memiliki alergi.
Anggur
Kulit anggur merah pada umumnya mengandung antioksidan dan resveratrol yang bisa mengurangi peradangan di tubuh.
Makanlah ikan
Kandungan omega-3 yaitu asam lemak DHA dan EPA banyak terdapat dalam ikan air dingin, rumput laut, dan suplemen, diketahui bisa mengurangi peradangan dalam tubuh. Menurut peneliti dari Americas Pediatrician, manfaat tersebut membantu tubuh melawan alergi, khususnya pada anak-anak. Jadi, jangan takut mengonsumsi ikan salmon, sardin, makarel, atau ikan herring.
Probiotik
Penelitian yang dilakukan Dr Kaarina Kukkonen yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menyebutkan probiotik dan prebiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak pada masa pertumbuhan dan melindungi bayi dari penyakit infeksi pernapasan. Bertambahnya mikroba baik dalam tubuh akan meningkatkan kekebalan untuk melawan alergi.
Source:
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/15/14552260/alergi.cobalah.makanan.ini
Mengapa Pria Suka Wet Kisses
Monday, June 15th, 2009Anda pernah mengalami si dia mencium dengan begitu berantakan, sehingga seluruh wajah Anda “basah kuyup” dibuatnya? Ternyata ada penjelasan biologis mengenai hal ini.
<!–adsense–>
<!–more–>
Sejumlah eksplorasi mengenai sesi ciuman, menyebutkan bahwa berciuman menyebabkan pelepasan hormon oxytocin dan kortisol, yang menciptakan perasaan dekat dan rileks. Kini para ilmuwan mulai mempertimbangkan bahwa hormon testosteron dalam air liur lah yang menyebabkan pasangan ingin segera menyingkap pakaian dan bergegas ke sesi bercinta.
Betul, testosteron lah yang harus disalahkan dalam hal ini.
Helen Fisher, anthropolog dari Rutgers University, mengatakan bahwa testosteron dalam liur adalah penyebab pria senang mengulum bibir pasangannya dengan acak-acakan. Secara tidak sadar mereka sebenarnya sedang mencoba untuk mentransfer testosteron yang selanjutnya mendorong gairah seks pada pasangannya.
Anda perlu hati-hati jika si dia mulai melancarkan serangan wet kisses seperti ini. Tanpa Anda sadari, Anda segera terperangkap di dalam jebakan Batman-nya ini, dan bahasa tubuh Anda langsung memberikan sinyal bahwa Anda mengharapkan “sesi” selanjutnya. Namun, ada pula wanita yang tak cukup peka dengan ciuman seperti ini, dan malah merasa jijik dengan atraksi pasangannya.
Oleh karena itu, Fisher melanjutkan, melalui ciumannya ini pria juga sedang menilai apakah wanita tersebut cukup “hot” di atas ranjang atau tidak. Sebaiknya, wanita yang tidak menyukai gaya berciuman yang melibatkan banyak liur ini kemungkinan besar justru akan kehilangan gairah dan tak mau melanjutkan hubungan lagi.
Dalam suatu jajak pendapat yang dibuatnya, tambah Fisher, hampir 60 persen pria dan 70 persen wanita yang mengatakan ciuman pertama yang “basah” seperti ini mengancam hubungan selanjutnya.
Bagaimana dengan Anda?
Source:
http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/13/20353854/mengapa.pria.senang.wet.kisses
Depresi Usai Melahirkan [Part II]
Friday, June 12th, 2009Kegilaan Usai Melahirkan
Pada tingkat ekstrim, baby blues yang terus menerus memburuk juga bisa berakibat fatal. Setelah menyebabkan depresi yang mempengaruhi fisik, pada level ekstrim baby blues dapat menyebabkan puerperal psychosis atau kegilaan pasca melahirkan.
<!–adsens–>
<!–more–>
Di level ini, penderita sudah tak diperkenankan merawat maupun mengasuh sang buah hati. Kecenderungan untuk menciptakan kondisi yang membahayakan untuk bayinya jadi sangat besar. Bahkan ia mampu menyakiti bayinya, termasuk dirinya, hingga menghilangkan nyawa.
Penderita yang mengalami puerperal psychosis umumnya akan mengalami delusi dan halusinasi, sehingga sulit membedakan mana yang nyata dan tidak. Kasus ini, ujar Josephine, memang jarang sekali terjadi. “Hanya sekitar 1 dari 1000 kasus depresi pasca melahirkan seorang ibu akan mengalami puerperal psychosis.”.
Biasanya, jika sudah berkembang menjadi puerperal psychosis, tak ada jalan lain kecuali mempercayakan perawatan sang ibu baru ini kepada ahli jiwa atau dirawat di rumah sakit jiwa.
Imbangi Dengan Peran Ayah
Dalam menghadapi proses persalinan, penting juga bagi para calon ayah untuk mendukung sang ibu. Berikut saran dari Josephine agar proses persalinan lancar dan tak terjadi beban psikologis terlalu berat bagi para ibu!
1. Posisikan selalu diri suami sebagai teman seperjuangan. Suami bisa mencoba berpartisipasi di kelas senam hamil dan menemani istri saat berkonsultasi ke dokter kandungan.
2. Tunjukkan sikap tanggung jawab, setia, dan dapat diandalkan, sehingga istri merasa aman dan nyaman dengan kehamilannya.
3. Suami juga perlu menjadi mediator yang baik antara pihak-pihak tertentu seperti perawat, dokter, dan keluarga.
4. Sebagai teman seperjuangan, suami perlu menunjukkan antusiasme atas kehamilan istri. Misalnya, mengingatkan jadwal senam hamil, konsultasi ke dokter, maupun minum vitamin dan suplemen sesuai resep dokter.
5. Bantu istri untuk selalu berpikiran positif. Ajak pula bertukar pikiran, sekaligus membongkar kekhawatiran yang ada di benak istri seputar proses persalinan.
Atasi Perubahan Emosi Pasca Melahirkan
Tak dapat dipungkiri, babak baru kehidupan: menjadi orangtua untuk pertama kali akan menimbulkan kepanikan. Pikiran negatif yang muncul akibat kebingungan atas peran baru ini dapat berkembang menjadi gangguan psikologis, lho, jika tak lekas diantisipasi!
1. Tulislah diari, tuangkan segala kegelisahan, ketakutan, dan kebingungan untuk bisa membantu memetakan masalah sebenarnya.
2. Rencanakan perubahan positif saat menjadi orangtua. Seperti meluangkan waktu lebih banyak untuk anak, menyediakan anggaran pendidikan anak, rencana menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan anak, dan lainnya.
3. Sertakan orangtua/ mertua dalam pengasuhan anak. Jadikan mereka tempat berguru untuk mengurangi kecemasan akibat perasaan tak berpengalaman memiliki bayi.
4. Berteman dengan pasangan lain yang sudah punya anak atau sedang menunggu kehadiran anak. Jadikan mereka tempat bertukar pikiran dan berbagi keluh kesah soal perawatan dan pengasuhan anak yang potensial.
5. Jalin kontak dengan anak sejak masih dalam kandungan untuk memperkokoh ikatan batin ibu-anak. Sehingga ibu baru mampu memahami apa yang dibutuhkan anak meski ia masih bayi dan belum bisa bicara.
6. Libatkan dan sertakan suami selama masa kehamilan agar ia siap diandalkan ketika anak telah lahir.
Source:
http://tabloidnova.com/Nova2/Kesehatan/Wanita/Depresi-Usai-Melahirkan-2
Depresi Usai Melahirkan [Part I]
Friday, June 12th, 2009Umumnya, setiap orang akan bersemangat ketika menanti kelahiran buah hati. Apalagi jika kehadiran Si Kecil ditunggu-tunggu ayah, bunda, dan keluarga besar. Tak sabar rasanya membayangkan bayi mungil itu berada dalam dekapan.
Namun, terkadang kelahiran yang awalnya dianggap indah, bisa jadi bumerang bagi ibu baru. Sebagian wanita bisa saja mengalami yang namanya baby blues pasca melahirkan. Jika tak kunjung mereda dalam sepekan, bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih permanen, atau disebut post natal depression.
<!–adsense–>
<!–more–>
Selain berbahaya bagi sang bayi yang baru dilahirkan, juga dapat memutus ikatan batin dan keharmonisan antara ibu dan anak. Bahkan, pada beberapa kasus juga bisa menyebabkan sang ibu berkeinginan bunuh diri. Wah, mengerikan, ya?
Menurut Josephine Ratna, PGDip.Sc, M.Psych, psikolog dari RS Internasional Surabaya, banyak faktor yang ikut berperan menjadikan kedua kasus ini muncul pasca melahirkan. Maka, Josephine menggarisbawahi pada persiapan psikis calon ibu dalam menghadapi peran barunya. Untuk itu, Josephine menyarankan, bagi para calon ibu untuk bisa memahami arti kehamilan dan mengupayakan persiapan diri atas peran barunya.
Positif Pahami Kehamilan
Bagi sebagian orang, mungkin tak terlalu heran menemui fakta, Anda sedang hamil. Namun, tak selalu demikian pada sebagian wanita. Kehamilan yang dijalani, bisa jadi sesuatu yang mengagetkan, bahkan berkembang menakutkan.
Hal serupa juga bisa terjadi pada proses menjelang dan seusai persalinan. Proses yang sebetulnya menjadi pintu kebahagiaan pasangan suami istri ini, justru berubah menjadi awal petaka bagi ibu baru.
Josephine lalu mengingatkan, agar para calon orangtua bisa memahami arti kehamilan dan membangun pikiran positif tentang kehamilan jauh hari sebelum persalinan terjadi.
Agar bisa berpikir positif tentang kehamilan, bisa dengan menanamkan dalam benak, kehamilan adalah anugerah yang diberikan Tuhan. Kehamilan adalah hal yang diidamkan banyak wanita, juga pengalaman menakjubkan yang akan melengkapi peran wanita. Kehamilan juga merupakan perpaduan harapan dan kenyataan yang jadi misteri Tuhan.
Jadikan momen perubahan fisik dan tanda-tanda kehamilan sebagai pengalaman indah yang akan berbuah kebahagiaan. Rasakan perubahan perut di setiap kesempatan. Pikirkan pula, di dalam diri sedang tumbuh sesosok manusia yang dititipkan Tuhan untuk dibimbing menjadi insan yang berguna di masa mendatang.
Tambahkan pula dengan membaca sejumlah buku kehamilan, yang bisa memberi pemahaman lebih banyak tentang apa yang tengah terjadi pada Anda dan janin. Tak hanya membuat Anda lebih siap menjalani semua proses dan gejala kehamilan, tapi juga meningkatkan rasa percaya diri, tanpa memperburuk tanda kehamilan.
Baby Blues
Apa artinya proses melahirkan yang hanya berlangsung sekitar beberapa jam itu? Siapa sangka, proses yang sudah dilalui jutaan wanita sebelumnya ini, ternyata dirasakan lain oleh sebagian wanita? Ada perasaan aneh dan tak nyaman yang menyusup dalam hati dengan status baru ini.
Memiliki buah hati akhirnya justru membuat bingung, resah, tak tahu harus diapakan ketika bayinya menangis terus-menerus di malam hari. Belum lagi merasa kalut ketika ASI tak kunjung keluar.
Merasa sendiri mengurus Si Kecil, tak percaya diri saat suami keluar rumah mencari nafkah, ribut dengan mertua karena gaya merawat bayi yang tak cocok, dan ujung-ujungnya menangis dan sedih sendiri. Semua dirasa salah dan tak tepat. Marah dengan segala kekacauan yang dirasakan usai melahirkan.
Tak ada lagi perhatian yang dulu diberikan orang-orang sekitar. Semua berubah menjadi beban. Status baru sebagai seorang ibu, terasa seperti vonis hukuman penjara saja. Jika sudah begini, ada kemungkinan Anda mengalami baby blues. Perasaan frustasi yang disebabkan ketidaksiapan diri menerima peran baru sebagai orangtua.
Sindroma baby blues, menurut Josephine, “Bisa terjadi pada sekitar 80 persen wanita pasca melahirkan. Biasanya terjadi 3 sampai 5 hari usai melahirkan dan berlangsung selama 7 sampai 10 hari.”
Hal ini, lanjutnya, juga disumbang oleh perubahan hormonal yang terjadi secara drastis usai melahirkan. Perubahan hormonal ini meningkatkan kecemasan dan sensitivitas sang ibu.
Ibu baru pun dihinggapi perasaan gelisah, cemas, mudah tersinggung, depresi, dan merasa tak mampu. Jika terpicu masalah lain seperti ribut dengan suami atau mertua, atau membuat kesalahan saat mengurus bayi, akan mengakibatkan ia bersedih berlebihan.
Post Natal Depression
Jika baby blues yang terjadi berkepanjangan hingga lebih dari 10 hari, bisa berkembang menjadi gangguan psikis yang lebih serius, yaitu post natal depression (PND). Kondisi ini dapat menghinggapi 10 persen dari wanita pasca melahirkan.
PND bisa membuat pengidapnya menjadi panik, mudah putus asa, obsesif, memiliki rasa bersalah berlebihan, dan sering dihinggapi pikiran-pikiran tak terkontrol. Gejala serupa namun lebih berat, seperti yang ditunjukkan saat mengalami baby blues.
Namun, menurut Josephine, ada beberapa karakter yang membuat baby blues dan PND terlihat berbeda. Gejala yang ditunjukkan pada PND tak hanya bersifat psikis, tapi juga mulai berpengaruh ke fisik. PND seringkali disertai perasaan letih, penurunan hasrat seksual, sulit tidur, dan merasa tegang.
Jika sudah demikian, memperbaiki kualitas komunikasi suami-istri maupun konseling biasa saja tak akan bisa mengakhiri kondisi ini. Pengobatan psikoterapi biasanya juga dilakukan seraya menggali ke akar masalah yang ada dalam pikiran sang ibu.
Konselor biasanya akan menyarankan suami untuk meningkatkan ambang toleransi, agar istri mendapat kesempatan beradaptasi dengan peran barunya serta ritme hidupnya. Suami juga disarankan untuk tidak memperparah depresi yang dialami istri, lewat kewajiban yang menurut istri membebani seperti tuntutan untuk segera bisa berhubungan seksual kembali, atau beban rumah tangga yang berlebihan.
Berolahraga Berlebihan Memengaruhi Menstruasi?
Friday, June 12th, 2009Program olahraga yang berlebihan dikatakan berpengaruh terhadap siklus menstruasi. Bahkan pada para atlet, berolahraga secara berlebihan bisa membuat haid tidak teratur, bahkan terhenti. Benarkah demikian?
<!–adsense–>
<!–more–>
Menurut dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dokter spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan trainee S-3 di subbag Fertility & Endokrinologi Reproduksi, Obsgin, FKUI-RSCM, mengatakan, pada dasarnya semua yang berlebihan tidak pernah baik hasilnya. Begitu pula dengan olahraga. Berolahraga secara berlebihan bisa menyebabkan dilepaskannya hormon-hormon tertentu, yang bekerja berlawanan dengan hormon reproduksi. Seperti yang kita ketahui, untuk dapat terjadi menstruasi dengan normal, diperlukan adanya keseimbangan kerja antara hormon-hormon reproduksi. Apabila keseimbangan ini terganggu, maka siklus menstruasi juga ikut terpengaruh. Bahkan, menstruasi juga dapat terhenti (amenorea).
Exercise berlebihan telah terbukti bisa menyebabkan amenorea. Demikian juga dengan kondisi anoreksia nervosa (gangguan pola makan yang ditandai dengan rendahnya berat badan akibat penderitanya dengan sengaja tidak makan agar tidak mengalami penambahan berat badan). Kondisi ini sifatnya reversible, atau bisa pulih dengan sendirinya. Jadi, apabila Anda mengurangi porsi latihan yang selama ini dijalani, nantinya menstruasi bisa kembali datang dan siklusnya juga teratur.
Source:
http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/06/10/09364887/berolahraga.berlebihan.memengaruhi.menstruasi