Flu Singapura [Part I]

Disangka penyakit aneh. Gejalanya mirip flu, tapi disertai bintik-bintik merah di telapak tangan dan kaki. Ditengarai mudah menular dalam waktu cepat. Apa sih sebetulnya yang dimaksud penyakit aneh ini?


Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan munculnya penyakit baru dan “aneh” yang disebut flu singapura. Tak ayal, berita ini membuat resah masyarakat, apalagi para orangtua, karena korbannya rata-rata adalah anak-anak balita. Khawatir tertular dan belum ada obatnya membuat masyarakat panik dan menjauhi lokasi ditemukannya penyakit itu.
Penyakit yang disebut-sebut menimbulkan gejala demam berhari-hari, pilek dan batuk, disertai timbulnya bintil-bintil memerah seperti cacar air dan sariawan di mulut, tangan, serta kaki ini memang lama tak terdengar, sehingga layaknya penyakit baru.
Anggapan penyakit yang dibawa dari luar negeri membuat orangtua pun khawatir, jika tertular akan sulit ditangani ahli medis lokal yang belum mengerti benar bagaimana memperlakukan dan mengatasinya. Oleh karena membuat resah masyarakat, pemerintah pun turun tangan mengadakan penyelidikan.
Lokasi terjadinya kasus yang dekat dengan Jakarta ini, diberi perhatian lebih oleh dinas kesehatan setempat. Tak hanya menurunkan tim medis untuk menanganinya, tapi juga dilakukan penyuluhan dan penambahan logistik di puskesmas setempat.
Setelah berbagai upaya dilakukan, dinas kesehatan melakukan tes laboratorium untuk menegakkan diagnosa atas kondisi para korban anak-anak yang diduga terkena flu singapura. Hasilnya, mereka semua dinyatakan negatif.
Kini, anak-anak tadi sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka dinyatakan sehat dan tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Namun, ketakutan yang terlanjur dimiliki masyarakat agaknya belum hilang.
Agar tak salah mengerti soal penyakit ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok drg. Hardiono, Sp.BM dan konsultan penyakit tropik anak dari RSCM, dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), memaparkannya lebih lanjut.
Tak Hanya Dari Singapura
Berdasarkan hasil pengumpulan fakta di lapangan, gejala-gejala yang timbul seperti flu ini disertai sariawan dan bercak merah ini oleh dinas kesehatan Indonesia diidentifikasi sebagai penyakit kaki, tangan, dan mulut, atau disebut HMFD (hand, mouth, foot disease).
Menurut Hindra, penyakit ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia, bahkan beberapa tahun lalu juga pernah ditemukan di Hongkong. Penyakit ini memang penyakit yang umum terjadi di daerah tropis dan bisa terjadi di mana saja. “Tak perlu datang dari Singapura lantas dicurigai menularkan penyakit ini. Dari kota lain pun bisa menularkan penyakit HMFD ini,” terang Hindra.
Sayangnya, masyarakat terlanjur memberikan istilah yang salah kepada penyakit ini, sehingga berkesan penyakit ini didapat dari seseorang yang baru saja pulang dari luar negeri. Padahal jika ingin jujur, setiap kali ada yang pulang bepergian atau ada anak tetangga yang menderita sakit, orangtua memang sebaiknya waspada.
Virus penyebab HMFD memang menular melalui kontak langsung terutama air liur penderitanya. “Bila perlu, jika ada yang sedang menderita penyakit ini, sebaiknya si penderita diisolasi saja selama seminggu. Tapi, bukan lantas seluruh keluarganya diisolasi, apalagi seluruh area tempat tinggalnya,” Hindra meluruskan pandangan yang keliru dan ketakutan berlebih yang ada di masyarakat.
Cara ini juga telah dilakukan oleh dinas kesehatan kota Depok yang mendapatkan laporan adanya 8 orang yang diduga terkena penyakit HMFD di wilayahnya. Hardiono menerangkan, pihaknya siap melakukan penyelidikan untuk menegakkan dugaan infeksi penyakit HMFD.
“Begitu ada laporan dari puskesmas, dinkes akan mengerahkan tim medis untuk mendatangi para suspek dan melakukan pengujian. Sejauh ini, kedelapan suspek tidak ada yang sampai di rawat inap. Dan sekarang sudah dinyatakan sembuh semua,” tandas Hardiono.

Source:
http://tabloidnova.com/Nova2/Kesehatan/Umum/Apa-Sih-Flu-Singapura-1

Leave a Reply