Gangguan yang terjadi di luar vagina tak hanya membuat wanita malu dan rendah diri. Selain mengurangi kenikmatan seksual, juga bisa mengancam organ reproduksi!
Berikut lanjutan gangguan yang dapat dialami wanita pada organ intimnya.
Chlamydia
Keputihan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri chlamydia trachomatis, atau infeksi Chlamydia. Namun, berbeda dengan candidiasis yang menimbulkan gumpalan sewarna endapan susu, gumpalan keputihan yang disebabkan oleh Chlamydia berwarna kuning kehijauan dan berbau amis. Selain itu, dapat timbul keluhan perdarahan tak normal setelah berhubungan intim.
Kendati tak banyak menimbulkan keluhan pada wanita, namun infeksi bakteri ini dapat menyebabkan radang panggul hingga infertiltitas (mandul) pada wanita. Menjaga hubungan seks tetap aman agar tak tertular bakteri ini amat dianjurkan.
Jika terdiagnosa terinfeksi Chlamydia, pengobatan dengan antibiotik jenis tetrasiklin dapat diberikan hingga 7 hari ke depan. Biasanya pengobatan dilakukan sekaligus bersama pasangan agar gangguan ini tak berpindah dari pasangannya.
Varises Vagina
Varises tak hanya akrab pada betis ataupun anus, di vagina pun bisa terjadi varises. Bedanya, varises vagina seringkali tak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Umumnya varises vagina terjadi pada wanita yang sedang hamil.
Varises ini dipicu oleh perubahan hormon sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darahnya berubah. Atau, bisa juga karena aliran pembuluh darah balik dari kaki ke jantung tertekan oleh beban rahim.
Selain kondisi hamil, varises vagina juga bisa diderita pengguna obat-obatan kortikosteroid. Bisa juga dialami penderita kelainan pembuluh darah. Namun, kasus paling banyak tetap terjadi ketika sedang terjadi kehamilan.
Menurut dr. Ifzal, khusus varises vagina, tak bisa diambil tindakan untuk menanggulanginya. Biasanya, dokter cukup membiarkannya saja. Dalam kondisi normal, varises vagina akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, seiring kadar hormon yang kembali normal.
Walau begitu, risiko terjadinya perdarahan ketika persalinan yang dilakukan per vaginam atau normal tetap ada. Maka, perlu dilakukan persiapan ketika terjadinya perdarahan jika terdiagnosa varises vagina.
Tips Merawat Organ Intim
Agar tak mudah terserang berbagai penyakit, organ intim amat perlu dirawat.
1. Jika menggunaan pembalut atau pantyliner, sebaiknya sering diganti agar tidak lembap. Apalagi, darah haid merupakan media yang subur bagi kuman.
2. Sabun pembersih vagina sebaiknya tidak dipergunakan setiap hari, karena akan mematikan flora normal yang ada dalam vagina, sehingga justru dapat memancing timbulnya jamur.
3. Lakukan seks yang aman, dengan tidak berganti-ganti pasangan agar terhindar dari penyakit menular seksual.
4. Gunakan pakaian dalam berbahan katun, sehingga menyerap keringat.