PARA wanita perlu menjaga berat badan karena mereka yang memiliki berat badan berlebihan memiliki risiko terserang kanker indung telur (ovarium) lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak mengalami obesitas (kegemukan).
PARA wanita perlu menjaga berat badan karena mereka yang memiliki berat badan berlebihan memiliki risiko terserang kanker indung telur (ovarium) lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak mengalami obesitas (kegemukan).
PEREMPUAN dengan hormon seks berkadar tinggi akan merasa lebih punya daya tarik dan lebih condong berselingkuh.
MEMANG baik memberikan jus buah kepada anak, lebih baik lagi jus buah segar. Apalagi kalau diblender, bukan dijus, karena anak-anak sekaligus mendapatkan serat, bukan hanya vitamin dari buah itu.
Kasus alergi dalam satu dekade terakhir ini diperkirakan para ahli telah mengalami peningkatan. Alergi susu sapi merupakan bentuk alergi makanan yang paling sering ditemukan pada anak berusia kurang dari dua tahun, dan diperkirakan 2-7,5 persen anak pada kelompok umur ini mengalami alergi protein susu sapi.
KINI bukan lagi pemandangan ganjil jika teman atau kerabat Anda kemana-mana membawa “gula” sendiri. Biasanya gula spesial itu mereka kantongi dalam kemasan khusus mirip wadah permen maupun sachet. Setiap kali bertemu dengan menu makanan atau minuman yang seharusnya berasa manis, mereka minta tolong pada koki, pelayan, atau office boy agar membubuhkan gula khusus itu.
Ya, buat sebagian orang, mengonsumsi gula diet merupakan salah satu cara menjaga agar badan tetap sehat dan langsing. Bahkan, penggunaan gula jenis ini’disarankan bagi mereka yang mengidap penyakit diabetes.
Namun, siapa sangka, aspartam, salah satu zat pemanis buatan yang umum terdapat pada gula diet, bisa menimbulkan efek negatif bila dikonsumsi berlebih dalam jangka panjang.
“Dari penelitian, ditemukan dampak negatif pada sejumlah pengguna aspartam,” kata Titi Sekar Indah, ahli gizi Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta.
Beberapa efek negatif itu, misalnya, memicu gangguan jaringan otak manusia, menimbulkan sakit kepala, kejang-kejang, mati persendian, mual-mual, kejang otot, hingga akibat paling tragis: kematian.
Bahaya untuk ginjal dan otak
Ahli teknologi pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Faisal Anwar bilang, penggunaan aspartam berpeluang menimbulkan kerusakan ginjal. Pasalnya, aspartam adalah kombinasi dari dua asam amino, asam aspartat dan fenilalanin. Seperti protein pada umumnya, asam-asam amino tersebut harus mengalami metabolisme di dalam tubuh.
Penguraian protein itu merupakan tugas ginjal. “Apabila terlalu banyak dan terlalu sering mengonsumsi aspartam, ginjal akan kecapaian dan bisa mengalami kerusakan, sehingga timbul penyakit ginjal,” tutur Faisal. Padahal, ginjal berfungsi menyaring semua zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. “Jika ginjal rusak, kinerja tubuh akan berkurang, sehingga tubuh akan semakin mudah terserang penyakit,” jelas Faisal.
Spesialis gizi klinik Medikal Plaza Internasional Klinik, Samuel Oentoro menimpali, penggunaan aspartam bisa merusak otak, hingga akhirnya timbul tumor otak. “Bahan-bahan kimia penyusun aspartam bisa merusak sel-sel otak,” kata Samuel.
Bahan perusak otak tersebut adalah fenilalanin. Zat ini mempunyai peranan sebagai pengantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak. Bila tidak disaring melalui ginjal, fenilalanin pada aspartam bisa berubah menjadi racun yang merusak sistem saraf otak.
Meski begitu, para ahli kesehatan juga sepakat bahwa aspartam tidak berbahaya apabila dikonsumsi dalam takaran yang pas. Dosis yang aman adalah 40 miligram (mg) per kilogram (kg) berat badan. Contohnya, seseorang berbobot tubuh 50 kg hanya boleh menenggak aspartam maksimum 2.000 mg (2 gram) sekali asup.
Namun, takaran tersebut, bisa dibilang cukup minim dan sulit dipatuhi. Maklum, bagi kebanyakan lidah takaran itu kurang membawa rasa manis. “Padahal, bila menjadi kebiasaan dan dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang, dampak negatif tadi bisa muncul,” tugas Samuel.
US Food and Drug Administration, (FDA) menetapkan aspartam sebagai zat pemanis buatan paling aman sejak 1981. Di dalam negeri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyatakan bahwa aspartam aman dikonsumsi bagi kesehatan.
TIAP orang memerlukan kebebasan untuk menjadi kreatif dan mengaktualisasi diri. Di sisi lain, kendali dari dalam diri diperlukan sebagai regulasi atas dorongan dan kemampuan yang dimiliki, baik secara fisik, psikis, maupun perilaku.
Bertindak tanpa pikir panjang merupakan ciri khas yang melekat pada anak-anak. Mereka bertindak spontan. Bila sakit mereka akan menangis di mana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa saja. Bila gembira, anak yang sehat akan berlarian, mencoret-coret, berteriak-teriak girang, atau melakukan apa pun yang ia inginkan.
Bayangkan bila perilaku semacam ini dilakukan oleh remaja atau orang dewasa. Tentu saja cukup aneh. Kita akan merasa sangat terganggu bila menemukan seseorang yang bukan lagi anak-anak bertindak sesuka hati, membiarkan dorongan-dorongan atau keinginan yang bersifat egoistis termanifestasi begitu saja.
Semakin bertambah usia seseorang, ia diharapkan semakin memiliki kendali atas perilakunya sendiri. Dengan kata lain, semakin mengembangkan kemampuannya mengontrol diri.
Kendali/kontrol diri (self-control) adalah pengaruh atau atau regulasi seseorang terhadap fisik, perilaku, dan proses-proses psikologisnya (Calhoun & Acocella, 1990). Ini merupakan hal yang sangat penting dalam hidup seseorang. Mengapa?
Pertama, kontrol diri berperan dalam hubungan seseorang dengan orang lain. Hal ini tidak lepas dari kenyataan bahwa kita tidak hidup sendirian, melainkan di dalam kelompok, di dalam masyarakat. Padahal, kita memiliki kebutuhan pribadi seperti makanan, minuman, kehangatan, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita perlu mengendalikan diri sedemikian rupa, supaya tidak mengganggu orang lain.
Kedua, kontrol diri berperan dalam pencapaian tujuan pribadi. Setiap orang, dari budaya mana pun, selalu berharap mencapai tujuan tertentu dalam hidupnya. Contohnya, tujuan untuk memiliki kompetensi tertentu, mencapai kematangan pribadi, dan sebagainya, sesuai dengan standar yang ada dalam masyarakat.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut kita perlu belajar dan berusaha terus-menerus, dan mengendalikan diri dengan menunda pemuasan kebutuhan-kebutuhan sesaat demi mencapai tujuan jangka panjang.
Dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri sebaik-baiknya, kita akan menjadi pribadi yang efektif, sehingga dapat secara konsisten merasa bahagia, bebas dari rasa bersalah, hidup lebih konstruktif, dapat menerima diri sendiri, dan juga diterima oleh masyarakat.
Kontrol Internal dan Eksternal
Semakin bertambah usia, seseorang diharapkan untuk semakin mengembangkan kemampuan mengendalikan perilakunya. Dari mana sumber kontrol perilaku seseorang? Sumbernya dapat dibedakan menjadi dua: faktor di dalam dan di luar diri seseorang.
Kontrol perilaku yang bersumber dari dalam diri biasanya disebut sebagai kontrol internal, dan yang bersumber dari luar diri disebut kontrol eksternal. Dalam kontrol diri (internal), individu mengatur perilaku dan standar kinerjanya sendiri; memberi ganjaran bagi dirinya sendiri bila berhasil mencapai tujuan; dan menghukum dirinya sendiri bila tidak berhasil mencapai tujuan.
Di sisi lain, dalam kontrol eksternal, individu menempatkan orang lain sebagai penentu (yang menjadi penyebab) perilaku, standar kinerja, dan ganjaran-ganjaran yang diperolehnya.
Dari dua jenis kontrol perilaku tersebut, kontrol pribadi (internal) dinilai lebih berharga. Sepanjang kita menggantungkan diri pada kontrol eksternal, kehidupan kita sebagian besar ditentukan oleh orang lain. Sebaliknya, dengan mengembangkan kontrol diri (internal) berarti kita mengendalikan dua hal: diri sendiri dan dunia sekitar kita.
Problem Pengendalian Diri
Seperti telah dijelaskan di atas, kontrol diri yang berkembang dengan baik akan memberikan banyak keuntungan bagi seseorang. Namun, dalam kenyataan, tidak semua kita mampu melakukan pengendalian diri secara konsisten.
Kemampuan pengendalian diri kita bervariasi. Ada orang yang sering terlalu banyak minum (hingga mabuk), yang lain terlalu banyak makan, yang lain lagi mudah kehilangan kontrol emosi, cenderung menunda pekerjaan, dan sebagainya. Bagaimana hal ini dapat terjadi?
Seperti halnya kontrol diri yang kuat, kontrol diri yang lemah juga berkembang melalui proses belajar. Contohnya, seorang remaja yang tetap impulsif, yakni selalu marah bila keinginannya tak terpenuhi, kemungkinan menjadi demikian karena sejak kecil orangtuanya selalu menuruti segala permintaan (berfungsi sebagai ganjaran) setiap kali anaknya itu merengek meminta sesuatu, terlebih-lebih bila anaknya mulai marah.
Ketika pola ganjaran semacam ini terjadi berulang-ulang, berarti si anak mengalami proses pembelajaran bahwa permintaannya pasti terpenuhi bila disertai marah. Selanjutnya ia mengembangkan pola perilaku marah setiap kali permintaannya belum terpenuhi.
Seseorang yang memiliki kebiasaan menunda pekerjaan, mungkin menjadi demikian karena sejak kecil terbiasa bekerja dalam tekanan orangtua (berfungsi sebagai hukuman). Dalam situasi demikian ia termotivasi melakukan tugas hanya untuk menghindari hukuman. Akibatnya, dalam situasi tanpa adanya tekanan, ia cenderung bermalas-malasan.
SATU lagi bahan pangan yang mudah didapat dan murah harganya, tetapi sangat banyak khasiatnya bagi kesehatan. Terung merupakan bahan pangan kaya zat gizi yang bisa menurunkan kolesterol darah, mengandung zat antikanker, sebagai alat kontrasepsi, serta dipercaya meningkatkan libido.
<!–adsense–>
<!–more–>
Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman asli daerah tropis yang diduga berasal dari Asia, terutama India dan Birma. Dari kawasan tersebut, terung kemudian disebarkan ke Cina pada abad ke-5. Dari Cina selanjutnya disebarluaskan ke Karibia, Afrika Tengah, Afrika Timur, Afrika Barat, Amerika Selatan, dan daerah tropis lainnya.
Selanjutnya terung disebarkan pula ke negara-negara subtropis, seperti Spanyol, dan negara lain di kawasan Eropa. Karena daerah penyebarannya sangat luas, sebutan untuk terung sangat beraneka ragam, yaitu eggplant, gardenegg, aubergine, melongene, eierplant, atau eirefruch.
Jenis Terung
Terung merupakan salah satu jenis sayuran buah yang digemari berbagai kalangan. Tanaman terung termasuk satu kerabat dengan tanaman takokak (Solanum torvum), leunca (Solanum nigrum), tomat (Solanum lycopersicum), dan kentang (Solanum tuberosum). Terung dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.
Bunga terung merupakan bunga banci, yaitu berkelamin dua. Dalam satu bunga terdapat alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Bunga terung bentuknya mirip bintang, berwarna biru atau lembayung, cerah sampai gelap. Penyerbukan bunga dapat berlangsung secara silang maupun menyerbuk sendiri.
Buah terung merupakan buah sejati tunggal, berdaging tebal, lunak, dan berair. Buah tergantung pada tangkai buah. Dalam satu tangkai umumnya terdapat satu buah terung, tetapi ada juga yang memiliki lebih dari satu buah. Biji terdapat dalam jumlah banyak dan tersebar di dalam daging buah. Daun kelopak melekat pada dasar buah, berwarna hijau atau keunguan.
Buah terung sangat beragam, baik dalam bentuk, ukuran, maupun warna kulit, tergantung pada varietasnya. Dari segi bentuk buah, ada yang bulat, bulat-panjang dan setengah bulat. Ukuran buah bervariasi dari kecil, sedang, dan besar.
Warna kulit buah bervariasi dari ungu, hijau keputih-putihan, putih, putih keunguan, serta hitam atau ungu tua. Di dalam buah terdapat biji dalam jumlah banyak, berbentuk pipih, berwarna cokelat muda. Biji tersebut merupakan alat reproduksi atau perbanyakan tanaman secara generatif.
Jenis terung yang umum diperjualbelikan adalah terung gelatik, terung kopek, terung craigi, terung medan, terung bogor, dan terung jepang. Terung gelatik umumnya dibuat lalap, sehingga sering juga disebut sebagai terung lalap. Buahnya bulat kecil berwarna ungu atau putih keunguan, teksturnya renyah, rasanya langu tetapi tidak getir.
Terung kopek memiliki bentuk buah bulat panjang, bagian ujungnya tumpul, lurus, berwarna ungu, hijau keunguan, atau hijau muda. Rasanya agak manis dan tekstur daging buahnya lunak.
Terung craigi memiliki buah berbentuk bulat panjang (lurus atau bengkok), berwarna ungu atau ungu muda, serta ujungnya meruncing. Terung medan berbentuk bulat panjang, warnanya hijau bergaris-garis putih, rasanya manis tetapi agak asam.
Terung bogor memiliki buah berbentuk bulat besar, sehingga dikenal juga sebagai terung kelapa. Warnanya putih atau hijau keputih-putihan, tekstur renyah, rasanya sedikit manis dan agak getir (kelat). Selain varietas lokal, di Indonesia juga banyak ditanam terung varietas introduksi, yaitu berasal dari luar negeri. Varietas introduksi yang paling dikenal adalah terung jepang.
Terung jepang memiliki bentuk yang beragam, yaitu silindris, lonjong, oval atau bulat, serta warna kulit yang ungu hingga ungu gelap mengilap. Varietas terung jepang yang sangat dikenal adalah moneymaker 2 dan black shine.
Saat ini di Indonesia banyak ditanam varietas terung hibrida. Keunggulan varietas hibrida adalah produksinya tinggi, teksturnya renyah dan empuk, rasanya enak, serta memiliki ketahanan yang tinggi terhadap hama dan penyakit tanaman. Contoh varietas hibrida: farmers long dan extra long (asal Taiwan); early bird, black dragon, vista, long tom, dan money maker 2 (asal Jepang).
Cegah Hipertensi
Komposisi gizi terung sangat beragam, tergantung varietas, lokasi penanaman, serta ketuaan buah saat dipanen. Walaupun ketiga jenis sayuran tersebut merupakan kerabat dekat, komposisi gizinya sedikit berbeda. Tekokak dan leunca memiliki kadar energi, kalsium, vitamin A, dan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan terung.
Keunggulan terung terletak pada kadar potasium (kalium) yang tinggi, yaitu sekitar 217 mg/100 g, serta kadar sodium (natrium) yang sangat rendah, yaitu 3 mg/100 g. Kadar kalium yang tinggi dan natrium yang rendah sangat menguntungkan bagi kesehatan, khususnya dalam pencegahan penyakit hipertensi.
Selain itu, terung mengandung serat pangan dalam jumlah lumayan banyak, yaitu 2,5 g/100 g, sehingga baik untuk pemeliharaan saluran pencernaan. Vitamin yang cukup menonjol pada terung adalah asam folat, dengan kadar 19 mikrogram per 100 gram bahan.
Ditinjau dari segi ekonomi, terung memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan tekokak dan leunca. Bentuk olahan terung juga lebih bervariasi, sehingga lebih disukai oleh masyarakat luas.
Hanya Mitos
Anjuran bahwa seorang pria sebaiknya tidak mengonsumsi terung karena dapat menurunkan libido adalah mitos belaka. Mitos tersebut timbul karena mengasosiasikan organ seksual pria dengan terung yang teksturnya lunak dan loyo akibat proses pemasakan. Anggapan tersebut sama sekali tidak benar. Sebaliknya, di dalam buah terung terkandung zat-zat penting yang justru bermanfaat bagi kesehatan, termasuk dalam urusan seks.
Secara tradisional, tanaman terung digunakan sebagai obat untuk pengobatan gusi bengkak, peradangan pada mulut, wasir, borok pada hidung, retak tulang, pelancar air seni, dan demam. Hal tersebut masih dipraktikkan di berbagai daerah hingga saat ini.
Kulit terung mengandung banyak flavonoid dan antioksidan lain, yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Terung juga mengandung senyawa terpen yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Suatu penelitian menggunakan kelinci percobaan menunjukkan bahwa pemberian jus terung mampu menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki laju aliran darah.
Buah terung juga mengandung senyawa asam klorogenat (chlorogenic acid), yaitu salah satu jenis antioksidan, yang menurut beberapa hasil penelitian memiliki aktivitas antikanker, antimikroba, dan antivirus, serta memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Terung juga diketahui mengandung tripsin inhibitor, yaitu suatu komponen yang dipercaya mampu membantu menetralkan sel penyebab kanker.
Beberapa jenis terung, seperti Solanum khasianum, Solanum laciniatum, dan Solanum grandiflorum, diketahui mengandung senyawa alkaloid berupa solasodin dalam jumlah cukup tinggi, yaitu antara 2,0 hingga 3,5 persen. Senyawa tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku untuk kontrasepsi oral, sebagai pil untuk kepentingan program keluarga berencana
Penggunaan Fe-Folat dan Multi Gizi Mikro/MGM sama baiknya untuk ibu hamil, terutama menambah berat badan selama kehamilan. Idealnya Penambahan Berat Badan Hamil/PBBH sebesar 12,5 kg.
Pengobatan dengan pemberian obat oral atau injeksi (suntik), itu sudah biasa. Masih ada cara pengobatan lain, yaitu dengan cara menghirup uap obat.Â
Cara konsumsi obat dengan metode hirup atau hisap ini lebih dikenal dengan istilah inhalasi. Biasanya pengobatan demikian dilakukan oleh penderita asma, untuk melegakan pernafasan yang mendadak sesak.
Namun, pengobatan inhalasi tak hanya dengan obat hisap langsung pakai, tapi ada juga yang menggunakan alat seperti nebulizer maupun ventilator. Dan bukan bagi penderita asma saja, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) yang banyak diderita perokok berat dan bronchitis akut juga bisa memanfaatkan pengobatan ini.
“Inhalasi memang suatu bagian dari fisioterapi yang memakai obat dalam bentuk uap untuk saluran nafas menuju paru-paru. Obatnya bisa dalam bentuk spray ataupun cair. Yang cair ini bisa dijadikan uap dengan bantuan alat,” ungkap dr. Danche Andry Theno, Sp.P, spesialis penyakit paru dan saluran nafas dari RS Pantai Indah Kapuk.
Nah, khusus obat dalam sediaan cair, dapat dijadikan uap dengan bantuan alat yang disebut nebulizer. Alat yang mampu menghasilkan tekanan udara (sekitar 0,8 bar) atau getaran ultrasonik yang tinggi ini sanggup memecah obat cair menjadi partikel uap yang sangat kecil, sekitar 0,1 milimikro.
Partikel uap ini dapat masuk dengan mudah hingga ke saluran nafas bagian bawah. Pada penggunaan untuk tujuan terapi, inhalasi dengan cara ini dapat meredakan gangguan sesak nafas seperti pada penderita asma maupun PPOK.
Hirup & Batuk
Kondisi sulit bernafas memang mengkhawatirkan. Maklum, nafas juga menentukan kemampuan bertahan hidup seseorang. Apalagi, jika sudah ada riwayat asma, sesak nafas yang terjadi berulang kali tentu perlu segera diatasi. Salah satu cara yang bisa dilakukan, ya dengan terapi inhalasi.
Tak hanya kasus asma saja yang bisa diredakan, pilek pada bayi, bronchitis akut, dan infeksi saluran nafas bagian bawah pun bisa diredakan dengan inhalasi ini. Cukup dengan menghirup uap yang sudah berisi obat tertentu selama beberapa saat, maka berbagai keluhan pun dapat diatasi seketika.
Pada dasarnya, obat yang sering digunakan dalam terapi inhalasi ini ada dua acam yaitu Bronkodilator dan Kortikosteroid. Bronkodilator beta dua agonis seperti Ventolin, Salmoterol dan sebagainya bertujuan melebarkan pipa saluran nafas sehingga lendir mudah dikeluarkan.
Lalu Kortikosteroid seperti Fluticasone, Budisonide dan sebagainya diberikan untuk mengurangi penyempitan saluran nafas yang diakibatkan adanya inflamasi pada otot saluran nafas. Hal ini bisa disebabkan alergi atau terjadinya penyempitan karena sebab lain. Biasanya, obat ini dikombinasikan dengan dekstrometorfan atau bromheksin untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Cara melakukan terapi inhalasi ini sebetulnya sangat mudah. Cukup dengan memasukkan obat ke dalam nebulizer lalu uap yang dihasilkan dihirup sambil tetap bernafas. Lakukan beberapa saat, dan uap akan habis yang biasanya berlangsung sekitar 2 jam. Setelah itu, dokter atau fisioterapis akan mendengarkan di mana lendir berkumpul dengan menggunakan stetoskop.
Lalu menepuk-nepuk punggung dan memiringkan posisi badan ke arah tertentu, sesuai arah saluran bronkus tempat jatuhnya lendir yang sudah mengencer, atau disebut sebagai postural drainage. Jika lendir sudah sampai pada bronkus, saluran nafas yang sudah melebar secara refleks akan mengeluarkan lendir dengan hempasan batuk.
Pada bayi yang fungsi parunya belum berkembang sempurna, refleks yang dihasilkan bukan batuk, tetapi muntah. Ketika muntah, fisioterapis akan memiringkan wajah sang bayi ke arah samping agar cairan muntahnya tidak masuk dan menyumbat saluran nafasnya. Dan untuk mengantisipasi lendir saluran nafas masuk lebih dalam, pada saat melakukan terapi inhalasi, bayi sebaiknya diposisikan dengan kepala lebih rendah dari bahunya.
Minim Efek Samping
Saat uap obat dari alat nebulizer dihirup, obat langsung masuk ke saluran nafas. Setelah bereaksi dengan reseptor pada dinding saluran nafas, seketika saluran nafas akan melebar. Lendir yang banyak diproduksi dalam saluran nafas juga akan mencair, begitu bereaksi dengan pengencer dahak. Selanjutnya, lendir lebih mudah dikeluarkan dengan refleks tubuh seperti batuk atau muntah.
Dosis penggunaan obat pengencer dahak dan pelapang saluran nafas yang digunakan dengan cara inhalasi, tentu berbeda dengan obat yang diminum atau disuntik. Jika pada obat minum diperlukan sampai 1 mg bronkodilator sekali minum, pada terapi inhalasi cukup diberikan 250 mikrogram atau setara dengan ¼ tablet obat.
Dosis yang kecil ini sudah cukup efektif, karena obat langsung bekerja pada target organ dan langsung habis. Tak akan ada sisa yang ikut beredar di dalam darah, dibuang melalui ginjal, atau diurai di dalam hati.
Sementara pada obat oral atau suntik, harus melalui mekanisme metabolisme tubuh. Melewati beberapa organ vital seperti jantung, hati, dan ginjal, hingga akhirnya sampai ke target organ.
Panjangnya perjalanan ini membuat efektivitas obat menjadi lebih lama terjadi, dan diperlukan dosis lebih besar agar obat bekerja efektif pada target organ. Padahal dosis besar juga bisa memperberat kerja organ vital, sehingga berisiko menimbulkan gangguan fungsi organ.
Menurut dr. Danche, penggunaan obat inhalasi akan berefek instan, dan terbukti cukup aman dipakai dalam jangka panjang tanpa timbul efek samping. Bahkan pengobatan cara ini pun bisa dilakukan pada bayi.
“Pada dasarnya, obat yang diberikan secara inhalasi bekerja pada target organ saja dan setelah itu habis. Sedangkan obat minum atau suntikan berisiko menimbulkan efek samping, karena ikut beredar dalam darah atau bekerjanya secara sistemik,” terang Danche.
Hanya saja, untuk efektivitas pengobatan atau terapi yang dilakukan, perlu ada penyesuaian terhadap alat yang digunakan. Misalnya untuk bayi, pipa dari tangki nebulizer perlu disambung dengan pipa berukuran lebih kecil diameternya, sesuai dengan mulut dan hidung bayi.
Bagi anak usia 3 tahun, yang sulit diam di tempat, pipa dari nebulizer bisa disambungkan dengan pipa lebih kecil dan memiliki klep di ujungnya (baby haler). Jadi, ketika sang anak melepaskan pipa udara sebelum terapi selesai, obat tak akan hilang ke mana-mana.
Sedangkan bagi anak usia di atas 5 tahun dan orang dewasa, bisa digunakan alat berupa cungkup karet yang menutup mulut dan hidung (micromized), pipa biasa yang dihirup melalui mulut, atau disambung dengan selang yang langsung menuju ke arah kedua lubang hidung.
Mudahnya lagi, tak perlu syarat rumit untuk melakukan inhalasi. Cukup dengan mengedukasi si penderita dan lakukan berdasarkan diagnosa yang benar. Jika memang sulit dilakukan sendiri, sebaiknya lakukan dengan bantuan fisioterapis. Terutama jika pasien yang ingin dilakukan inhalasi memang masih bayi.
“Bila melakukannya sendiri di rumah, dikhawatirkan jika orangtuanya tak tahu cara melakukan inhalasi dengan benar, justru akan berisiko lendir masuk lebih dalam ke tubuh bayi dan bisa menjadi bumerang!” pungkas Danche.
Yang Patut Diperhatikan
Walaupun aman, pemakaian terapi inhalasi dapat dilakukan dengan tetap mempertimbangkan sejumlah kondisi berikut:
1. Memiliki riwayat gagal jantung
2. Batuk pilek yang diderita disertai demam tinggi
3. Demam atau panas yang diderita sebaiknya diturunkan dulu dengan obat penurun panas, baru kemudian diterapi dengan inhalasi agar terapi berjalan optimal
4. Sedang mengonsumsi obat erytromicin
5. Sedang menggunakan obat jenis kortikosteroid, karena akan menurunkan efektivitas kerja obat yang mengandung erytromicin, ketika diterapi inhalasi
6. Baru saja selesai makan
7. Jika bayi baru saja makan, dikhawatirkan setelah diinhalasi bayi akan memuntahkan dahak beserta makanan yang baru saja dimakannya.
Kurang Efektifnya Inhalasi Tradisional
Sejumlah cara tradisional juga terkadang dilakukan sebagian orang untuk melegakan pernafasan. Diantaranya dengan menghirup uap hangat dari air panas yang ditaruh pada baskom atau ember. Namun, cara tradisional tentu berbeda dengan inhalasi pakai nebulizer, antara lain:
1. Tak bisa ditambahkan obat penghancur dahak maupun pelega saluran nafas.
2. Hanya melegakan nafas sejenak, karena tak bisa ditambahkan obat kortikosteroid.
3. Hanya efektif pada saluran nafas bagian atas saja.
4. Tak bisa seketika mengurangi sesak nafas.
 Ada sederet “pantangan” makanan yang kerap didengungkan sebagai sumber penyakit, yang padahal sebetulnya tidak. Apa sajakah itu?
* Berat Badan Turun dengan Diet Vegetarian