Pilih-pilih Jenis Kelamin Anak [part II]

Ingin anak laki-laki atau perempuan? Sekarang bisa lho diupayakan. Simak pemaparan yang disampaikan dr. Ryan Thamrin, Sp.OG dari klinik Arthasari Cibubur dan dr.Anthony R. Widjaja, SpB dari Fakultas Kedokteran Universitas Tri Sakti Jakarta berikut.

Masa Subur
Memperhatikan masa subur dalam mengupayakan kehamilan juga dapat berpengaruh pada probabilitas jenis kelamin anak. Seel telur matang dapat bertahan selama 12 jam setelah dilepaskan dari ovarium. Atau, hal ini umum disebut sebagai masa ovulasi.

Sedangkan sperma dapat bertahan sampai sekitar 3 hari di dalam tubuh wanita. Namun sekali lagi, dikaitkan dengan karakter dan ketahanan sperma XY dan XX, tentu tak seluruh sperma mampu bertahan selama kurun waktu itu di dalam rahim. Sperma XY yang memiliki sifat lebih cepat musnah akan tersortir lebih dulu dibanding sperma XX.

Oleh karena itu, behubungan intim 1-2 hari sebelum masa ovulasi akan memperbesar kemungkinan mendapatkan anak perempuan. Dan berhubungan intim dalam masa 12 jam setelah sel telur matang dilepaskan, akan memperbesar kemungkinan mendapatkan anak laki-laki.

Daging dan Sayur
Mengupayakan jenis kelamin anak juga dapat dikaitkan dengan konsumsi jenis makanan tertentu. Misalnya jika ingin anak perempuan, istri harus lebih banyak makan daging dan suami lebih banyak makan sayuran.

Jika ingin anak laki-laki, sang istri harus lebih banyak makan sayuran sementara suami lebih banyak makan daging. Menurut Ryan, alasan konsumsi makanan tertentu ini tak ubahnya dengan membasuh vagina dengan cuka maupun soda kue. Intinya, sama-sama mengupayakan suasana asam ataupun netral pada vagina, sehingga didapat jumlah sperma XX dan XY yang lebih dominan.

Mengonsumsi lebih banyak sumber nabati seperti sayuran dibandingkan sumber protein hewani dipercaya dapat mempengaruhi suasana vagina menjadi lebih netral. Sehingga, bila dikombinasi dengan suami yang mengonsumi daging yang dapat meningkatkan produksi sperma, bisa memperbesar kemungkinan didapat anak laki-laki.

Sedangkan jika istri mengonsumsi lebih banyak daging, kemudian akan meningkatkan suasana asam pada vagina. Dikombinasi dengan suami yang lebih banyak mengonsumsi sayuran - yang dapat membuat produksi sperma tak setinggi bila mengonsumsi banyak protein hewani - dapat meningkatkan kemungkinan didapatkan anak perempuan.

Leave a Reply