Ingin anak laki-laki atau perempuan? Sekarang bisa lho diupayakan. Simak pemaparan yang disampaikan dr. Ryan Thamrin, Sp.OG dari klinik Arthasari Cibubur dan dr.Anthony R. Widjaja, SpB dari Fakultas Kedokteran Universitas Tri Sakti Jakarta.
Cuka dan Soda Kue
Mengupayakan memiliki momongan laki-laki ataupun perempuan konon bisa dengan menggunakan cuka ataupun soda kue sebagai pembasuh vagina. Menurut Ryan, hal ini dapat saja dilakukan karena sperma XY (pembawa gen laki-laki) dan XX (pembawa gen perempuan) memiliki reaksi tertentu terhadap keasaman dan suasana basa dalam vagina.
Secara ilmiah, sperma XX memang memiliki sifat yang lebih tahan terhadap keasaman dibanding sperma XY. Oleh karena itu, jika vagina dalam suasana asam, sperma XY bisa terseleksi lebih dulu sebelum mencapai sel telur dalam rahim.
Nah, untuk mendapatkan suasana asam pada vagina, dapat dengan cara membasuhkan campuran air dengan sedikit cuka pada vagina sebelum melakukan hubungan intim dengan pasangan. Dengan demikian akan memperbesar peluang didapatkan anak perempuan.
Sedangkan untuk mengupayakan jenis kelamin anak laki-laki, bisa diupayakan dengan membasuhkan campuran air dan soda kue pada vagina sebelum berhubungan intim. Konon, soda kue bisa menciptakan suasana basa pada vagina. Dengan menggunakan soda kue sebagai pembasuh vagina, sperma XY yang lebih tahan akan basa dapat membuahi sel telur dalam rahim.
Setengah Masuk Atau Dalam
Mengupayakan anak perempuan dan laki-laki bisa juga ditentukan dari seberapa dalam masuknya penis yang dilakukan. Menurut Ryan, hal ini berkaitan dengan karakter sperma XY yang sifatnya seperti ‘pelari cepat’ dan sperma XX yang bersifat seperti ‘pelari maraton’.
Sperma XY yang berkarakter seperti pelari cepat umumnya memiliki stamina tak sekuat XX, tetapi bergerak lebih cepat untuk mencapai sasaran. Jika saat berhubungan intim penis suami masuk lebih dalam, maka dapat memperbesar peluang sperma XY sampai lebih dulu ke sel telur dan melakukan pembuahan. Maka dengan masuknya penis yang dalam ini, dapat memperbesar peluang didapatkan anak laki-laki.
Sedangkan sperma XX yang bergerak lebih lambat, memiliki stamina lebih kuat dari pada sperma XY. Sperma XX pun mampu bertahan lebih lama untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.
Jika menginginkan anak berjenis kelamin perempuan, masuknya penis setengah dalam dapat memperbesar peluang untuk mendapatkannya. Logikanya, ketika sperma disemprotkan dengan perjalanan yang lebih jauh, maka sperma XY (si pelari cepat) akan lebih dulu gugur dan menyisakan sperma XX untuk mencapai sel telur dalam kondisi selamat.