BAGI orang yang enggan keluar rumah tak ada alasan untuk tidak berolahraga. Sebab, untuk menjaga kesehatan tubuh ternyata bisa dilakukan dengan olahraga yang sederhana di rumah. Salah satunya adalah berjalan kaki aerobik minimal dua kali dalam seminggu selama 20 menit.
Dengan melakukan jalan kaki secara rutin selama 20 menit sebanyak dua kali dalam sepekan, secara signifikan dapat meningkatkan stamina, vitalitas, dan kesehatan mental. Ditambah lagi setiap hari selalu menambah porsi jumlah langkah yang dilakukan, maka dalam 32 minggu kita bisa merasakan efek positif secara nyata. Demikian hasil penelitian yang dilakukan Dr Nozomi Okamoto dari Nara Medical University School of Medicine, Kashihara, Jepang.
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Sports Medicine, Okamoto menjelaskan bahwa berjalan kaki selama 20 menit sebanyak dua kali dalam sepekan di rumah sudah efektif membuat tubuh sehat. Dalam penelitian tersebut, Okamoto melibatkan 200 relawan berusia antara 42-75 tahun dan membagi dalam dua kelompok.
Kelompok pertama melakukan olahraga berjalan kaki dan kelompok kedua melakukan olahraga ringan, seperti melakukan gerakan duduk dan berdiri dari kursi selama 30 menit. Hasilnya, kelompok yang menjalankan program jalan kaki di rumah secara rutin kondisi tubuhnya jauh lebih sehat dibandingkan relawan yang melakukan gerakan duduk dan berdiri di kursi.
Bagi relawan lelaki, kondisi kesehatan fisik dan mental secara umum jauh lebih baik. Sementara relawan perempuan mengaku fungsi fisiknya bekerja lebih baik, lebih sehat, dan vitalitasnya meningkat. “Akhirnya, kami merekomendasikan metode baru ini untuk menjaga tubuh tetap sehat dengan berjalan kaki di rumah secara rutin. Sebab, berjalan kaki bisa dilakukan kapan pun secara fleksibel di rumah setiap hari,” jelas Okamoto.
Okamoto melakukan penelitian ini untuk mendapatkan cara yang mudah dan murah untuk berolahraga agar tubuh tetap sehat. Pasalnya, saat ini, pada era modern, jarang sekali orang memiliki waktu luang untuk berolahraga di luar rumah. Penelitian Okamoto pun didukung hasil penelitian para ilmuwan dari Universitas Michigan, Amerika Serikat (AS).
Para peneliti asal Negeri Paman Sam itu menyimpulkan, dengan olahraga berjalan kaki setiap hari bisa mengurangi berat badan. Agar mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya saat olahraga dilengkapi pedometer untuk memastikan jarak yang telah ditempuh. Dengan pedometer, bisa diketahui peningkatan jarak yang ditempuh dan pengaruhnya terhadap kebugaran tubuh.
“Peningkatan aktivitas fisik bisa semakin meningkatkan efek kesehatan pada tubuh karena berat badan bisa semakin berkurang akibat banyak energi yang terbakar,” papar Dr Caroline Richardson, peneliti dari Universitas Michigan.
Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan Annals of Family Medicine, Richardson menjelaskan bahwa berjalan kaki selama 20-40 menit setiap hari bisa mengurangi sedikit demi sedikit kelebihan berat badan. Para sukarelawan yang mengikuti penelitian ini diketahui berat badannya berkurang 0,1 pon atau 0,05 kg per pekan.
Setelah setahun menjalani kegiatan tersebut secara rutin, sekitar 307 relawan yang dilibatkan dalam penelitian ini rata-rata mengalami penurunan berat badan sampai 5 pon atau sekira 2,25 kg. Berat badan bisa berkurang lebih banyak jika diikuti pola makan teratur.
Dengan menggunakan pedometer, diketahui rata-rata jumlah langkah yang dilakukan agar tetap sehat setiap hari adalah antara 2.000 hingga 4.000 langkah. Secara umum, 2.000 langkah sama dengan berjalan menempuh jarak satu mil atau sekitar 0,6 km. (Sindo Sore//mbs)