Atasi Kulit Kering dengan Air Putih

Masih muda, namun terlihat sudah tua. Hal itulah yang sering dialami oleh mereka yang memiliki kulit kering. Kulit menjadi kusam dan keriput, seakan mereka yang muda sudah tidak berada di zamannya lagi. Apa yang menyebabkan kulit seseorang menjadi kering, dan bagaimana cara ampuh yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, terutama saat-saat puasa?


Pada dasarnya, manusia tercipta mamiliki berbagai jenis kulit. Jenis-jenis kulit antara lain kulit kering, kulit berminyak, kulit normal dan kombinasi (kering di satu bagian namun berminyak di tempat yang lain). Tidak tertutup kemungkinan, kulit kita terlihat kasar, kusam dan cenderung keriput untuk usia muda. Hal tersebut disebabkan kulit yang kering (xerosis, asteatosis), suatu keadaan dimana kulit kehilangan kelembabannya sehingga tampak pecah-pecah dan kusam. Kulit menjadi kering dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah faktor dari dalam diri seseorang (gen).

“Kulit kering terjadi karena mereka terlahir dengan kulit yang kelembabannya sangat kurang,” tutur Nine Wahab, pemilik Bloom Day Spa. Ada juga kulit kering yang merupakan penyakit turunan seperti iktiosis vulgaris atau hiperkeratosis epidermolitik.

Menurut Nine, belakangan ini jusru yang marak terjadi karena faktor dari luar.  “Polusi udara yang segar. Ruangan ber-AC, terutama pekerja yang memakai AC sentral yang cukup dingin. Duduk dekat perapian atau kipas pemanas, terlalu sering mandi atau berenang, kontak dengan sabun, deterjen atau bahan pelarut hingga gesekan yang menyebabkan iritasi atau kulit pecah-pecah,” terangnya.

Nine menambahkan, kulit kering sebenarnya terjadi karena tubuh atau kulit kekurangan asupan cairan. Biasanya, kekurangan cairan tersebut karena pola hidup yang tidak benar dan adanya keengganan untuk mengkonsumsi air saat melakukan atau setelah melakukan aktifitas.

“Air yang baik untuk diminum adalah air putih yang sudah dimasak. Akan tetapi, biasanya seseorang malas sekali untuk meminum air yang warnanya bening,” tandasnya.

Ditambahkan Nine, walaupun bening, sebaiknya tetap jauhi minuman bersoda. Kandungan dalam soda bukannya membuat kulit semakin baik, tetapi membuat kulit dehidrasi. “Selain itu minuman bersoda dapat pula membuat pinggang membesar,” jelasnya.

Perawatan Saat Bulan Puasa

Potensi kulit menjadi kering selama bulan puasa menurut Nine memang sangat besar. Hal ini dikarenakan kurangnya pasokan cairan bagi tubuh, khususnya kulit. “Kita yang biasa minum di saat apapun menjadi terganggu karena jadwal yang diubah,” katanya. Untuk mengatasi kurangnya cairan, Nine menyarankan agar mengganti waktu minum siang hari dengan malam hari, selepas berbuka.

Sementara penggunaan pelembab dirasa juga cukup perlu untuk mengatasi kulit yang kering. Apalagi bagi mereka yang bekerja di ruangan ber-AC. “Pelembab yang dapat digunakan adalah pelembab yang khusus untuk kulit kering dengan kadar kelembaban yang tinggi,” paparnya. Pemakaian pelembab tersebut dapat digunakan sesering mungkin. Karena menurut Nine, pelembab sendiri tidak sepenuhnya mengatasi kulit kering. “Paling cuma dua sampai tiga jam saja,” jelasnya. (adit/genie/via)

Foto:ms fahmi/sindo

Leave a Reply