Tiga Tipe Jerawat

Meskipun jerawat tidak membahayakan bagi kesehatan namun dapat memberi dampak negatif seperti mengurangi kehalusan dan keindahan kulit wajah. Wajah dapat timbul bopeng atau flek bekas jerawat. Pengaruh psikologis jerawat adalah munculnya rasa minder atau rasa malu.

Hampir setiap orang pernah mengalami jerawatan. Jerawat lebih sering menimpa seseorang pada usia-usia remaja antara 12 sampai dengan 20 tahun. Pada usia-usia belasan inilah terjadi peningkatan produksi hormon androgen.


Jerawat terjadi akibat hormon androgen meningkatkan kadar minyak sehingga terjadi penyumbatan dan penimbunan minyak. Oleh karena minyak tercampur dan terkontaminasi bakteri maka terjadi pembengkakan di permukaan kulit. Memang, umumnya jerawat menimpa remaja yang mempunyai kulit berminyak.

Namun, beberapa faktor lain dapat mengakibatkan munculnya jerawat. Faktor lain yang sering menyebabkan timbulnya jerawat antara lain:
# kontaminasi bakteri,
# kontaminasi zat-zat kimia tertentu atau alergi obat,
# makanan tertentu antara lain yang banyak mengandung lemak dan bersifat merangsang aktivitas kelenjar lemak,
# cuaca yang panas,
# tekanan psikologis atau stres, dan
# faktor keturunan atau faktor genetik.

Beberapa jenis makanan juga dapat memperburuk keadaan jerawat. Beberapa makanan penyebab munculnya jerawat dapat disebut antara lain udang, ayam, makanan berminyak, cokelat, kacang-kacangan, es krim, daging bergajih, dan gula yang berlebihan.

Tiga Tipe Jerawat

Selama ini dikenal ada tiga tipe jerawat yang masing-masing memerlukan cara penanganan yang berbeda, yaitu tipe komedo, tipe jerawat biasa, dan jerawat batu.

# Tipe Komedo
Jerawat tipe komedo timbul karena pori-pori tersumbat. Pori yang tersumbat bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka disebut juga sebagai blackhead. Pori-pori membesar, menghitam, dan berubah warna karena teroksidasi oleh udara. Komedo yang tertutup atau whitehead, memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat, sehingga hanya terlihat seperti tonjolan putih kecil-kecil di bawah kulit.

Jerawat jenis ini disebabkan oleh adanya sel-sel kulit yang mati dan kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit yang menumpuk dan menutup sel-sel kulit sehingga terjadi penyumbatan.

Untuk menghindari jerawat jenis ini, cucilah wajah dengan scrub cream atau memakai sabun muka yang mengandung asam salisilat (salicylic acid) atau yang mengandung AHA/BHA secara berkala untuk mengelupas sel-sel kulit mati.

# Tipe Jerawat Biasa
Tipe jerawat biasa mudah dikenal. Dengan tonjolan kecil berwarna ping atau kemerahan, yang terjadi karena pori-pori tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri. Bakteri ini dapat berasal dari permukaan kulit, waslap, kuas make-up, jari tangan, atau pesawat telepon.

Untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab jerawat biasa ini dapat digunakan sabun muka yang mengandung benzoyl-peroxida atau sabun sulfur. Gunakan masker antibakteri atau jerawat seminggu sekali. Jika obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak mampu untuk mengobati, mintalah petunjuk pada dokter kulit mengenai obat jerawat yang tepat untuk pengobatan jerawat tipe biasa ini.

# Jerawat Batu>/b>
Jerawat batu (cystic-acne) mempunyai ukuran yang cukup besar dengan tonjolan-tonjolan yang meradang dan berkumpul hampir di seluruh bagian wajah. Jerawat jenis ini merupakan jerawat yang paling merusak. Tidak hanya merusak secara fisik, namun juga merusak kepercayaan diri.

Penderita jerawat batu biasanya memiliki kelenjar minyak yang over-aktif, yang membanjiri pori-pori dengan minyak, pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal, yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal, dan memiliki respons yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.

Obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak akan mampu mengobati jerawat jenis ini. Jalan yang terbaik adalah meminta nasihat dokter kulit yang kemungkinan akan memberikan resep antibiotik yang cocok. (berbagai sumber)

Leave a Reply