CHICAGO – Merokok tidak hanya menyebabkan keriput pada kulit wajah hingga berubah menjadi kuning, juga
dapat terjadi pada seluruh tubuh. Penelitian yang dipublikasikan dalam the Archives of Dermatology menunjukkan merokok akan memengaruhi seluruh kulit walaupun kulit telah terlindungi dari paparan sinar matahari.
“Kami meneliti kulit dan menemukan hubungan antara merokok dengan kerusakan kulit. Subjek penelitian diteliti mulai jumlah rokok per hari serta lamanya merokok,? kata ketua peneliti dari the University of Michigan, Dr Yolanda Helfrich, seperti dilansir situs Reuters.
Dia menambahkan, seluruh partisipan berusia lebih dari 65 tahun. Hasilnya, perokok yang mempunyai lebih banyak keriput dibandingkan bukan perokok. Penemuan yang sama dengan menggunakan partisipan yang berusia 45 sampai 65 tahun.
Peneliti menguji 82 orang, perokok dan bukan perokok diambil gambarnya pada bagian lengan kanan bagian dalam. Mereka berusia antara 22 sampai 99, sebagian dari mereka adalah perokok.
Sementara itu, peneliti independen mengungkapkan, terjadinya keriput pada tiap-tiap orang, ketika kulit mendapat kelebihan sinar matahari. Tidak hanya wajah yang menjadi kasar, juga menimbulkan keriput dan berwarna kuning pucat.
Beberapa penelitian sebelumnya menemukan bahwa rokok menyebabkan penuaan dini sebagai gejala kulit keriput. Tapi penelitian ini tidak mengontrol jumlah sinar matahari yang mengenai kulit.
Penelitian ini tidak mendiskusikan mekanisme yang terjadi. Penelitian sebelumnyalah yang menemukan bahwa rokok maupun asap rokok menyebabkan aliran darah di bawah kulit mengerut, mengurangi suplai darah untuk kulit. Merokok juga menyebabkan kerusakan jaringan kulit serta bagian tubuh bagian dalam.(hendrati h/SINDO/via)