Indonesia Terlambat Kembali ke Herbal

PEMANFAATAN herbal untuk kesehatan dan kecantikan adalah warisan yang sudah dilakukan nenek-moyang


kita. Dunia Barat sekarang sudah mulai menekankan kembali ke herbal, sedangkan Indonesia terlambat. Soalnya orang Indonesia terlalu mencintai produk luar negeri.

Demikian pandangan yang disampaikan dalam Siaran Interaktif Global FM 96.5 Minggu (15/4). Topiknya, “Herbal, Obat dan Sarana Mempercantik Diri”. Berikut, petikannya.

Dunia Barat
sudah Kembali ke Herbal
Cantik umumnya muncul dari dalam dan dari luar, sehingga terlihat ketika seseorang menampilkan diri. Kiat cantik bisa dengan berolahraga untuk cantik dari luar, hidup sehat untuk mengantisipasi berbagai permasalahan agar tidak terbawa dalam pikiran. Selalu berpikirlah bahwa diri Anda cantik, sebab semua wanita pada dasarnya cantik, meskipun cantik bisa relatif dalam pandangan umum. Kulit wajah sehat, akan terpancar sesuai dengan suasana hati. Hindari polusi udara, radikal bebas seperti asap. Selain itu dapat pula diantisipasi melalui perawatan. Perawatan dapat dilakukan sendiri di rumah. Belum semua orang Indonesia menyadari bahwa potensi alam ini sangat mendukung untuk digali lebih banyak lagi herbalnya. Sebab saat ini banyak yang lebih berorientasi pada hasil yang instan. Di dunia Barat kini justru lebih menekankan kembali ke herbal, sedangkan di Indonesia terlambat. Tampaknya apa yang diturunkan nenek moyang, terkait hal yang tradisional termasuk jamu belum membudaya. Namun, di beberapa daerah tertentu ada yang sudah terbiasa dengan hal tersebut. Kelebihan herbal selain natural juga tidak ada bahan kimianya yang dapat berpengaruh terhadap tubuh. Untuk kulit, banyak positifnya, seperti untuk kekencangannya atau kekenyalannya. Dengan meditasi pun akan muncul cantik dari dalam, sebab dengan pikiran dan hati yang tenang otomatis akan terpancar keluar melalui wajah. Apalagi dengan ritme kerja orang-orang sekarang, maka meditasi diperlukan untuk bisa berpikir positif.
Wardani Erawati, Diploma CIBTAC, Pemilik Chandra Kirana Merdicare & Spa

Terlalu Mencintai
Produk Luar Negeri
Cantik tidak hanya lahiriah namun juga batiniah. Untuk mendapatkannya yang harus dilakukan adalah positive tinking di samping merawat tubuh secara tradisional. Saya pun melakukan dan juga meraciknya. Herbal adalah jamu atau sejenis minuman segar tanpa dicampur bahan kimia. Indonesia kalah dengan negara lain, sebab di sini belum memasyarakat. Penduduk kita masih mencintai produk luar negeri. Apa yang baru dari luar negeri, terkadang dianggap paling canggih, seperti produk pemutih dan kosmetik lainnya. Mari kembali ke alam sendiri, untuk cantik luar dan dalam dengan mengonsumsi minuman sehat herbal, yang terdiri atas tumbuh-tumbuhan. Herbal membantu menjadi sehat, dan dan sehat berarti cantik yang alami. Cintailah produk sendiri untuk menjadi cantik. Sekarang banyak orang sudah melakukan spa dengan pergi ke laut dan mandi kumkuman . Ini salah satu bukti bahwa dari dulu nenek moyang sudah melakukannya. Namun, kondisi sekarang belum banyak yang memahami dan mendalaminya.
Agung Adnyani, Sanur
Lakukan Konsultasi pada Ahlinya
Prosesi banyu pinaruh bagian dari upaya menjadi sehat dan cantik lahir dan batin. Dengan kondisi dan ritme kerja yang padat, para wanita yang aktif sekalipun itu ibu rumah tangga, merasakan kepenatan dan keletihan. Dengan adanya spa, pada waktu tertentu dapat meluangkan waktunya melakukan relaksasi di sana. Bisa juga dilakukan di rumah sendiri, namun diperlukannya suasana spa yang memang disiapkan sarananya untuk mendukung rasa rileks lebih optimal. Wanita diberikan anugerah berupa kencantikan, sekarang bagaimana menjaganya baik dari dalam maupun dari luar hingga tetap bisa tampil penuh percaya diri. Masyarakat umum untuk mengetahui apakah obat tradisional itu sudah terdaftar atau belum mungkin bisa sharing informasi dengan teman. Jika yang bentuknya seperti jamu gendong mungkin dapat dikonsumsi dengan meminun beras kencur untuk menjaga kesehatan. Sementara yang menggunakan produk kemasan hendaknya diantisipasi dengan kehati-hatian. Bagi yang berkulit sensitif jika ingin melakukan perawatan, sebelumnya dapat meminta informasi atau melakukan konsultasi pada ahlinya untuk penanganannya. Kondisi kulit sensitif, misalnya dapat dilihat gejalanya seperti memerah, langkah penanganannya dengan menghentikan beberapa produk yang digunakan. Melakukan diagnosa ulang, apakah karena penggunaan produk tersebut menjadikan kulit demikian. Datanglah ke tempat perawatan, agar kulit yang sensitif tersebut diberi nutrisi untuk menjadikannya sehat kembali, bisa juga dengan facial dan tahapan-tahapannya. Sementara untuk yang dari dalam, wanita Bali mungkin seusai upacara dapat diperbanyak makan buah, seperti jeruk, apokat atau pisang hijau. Suplemen yang sudah jelas komposisinya perlu dikonsumsi bagi yang aktif. Dengan sehat otomatis jiwa dan pikiran juga menjadi sehat dan menampilkan wajah cantik. Di samping itu perhatikan pola hidup dan pola makan yang tidak berlebihan, dengan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh. Perawatan tubuh sebagaimana yang tengah banyak dilakukan saat ini adalah ke spa. Dapat dilakukan paling tidak sebulan sekali atau dua minggu sekali sesuai kebutuhan. Kalau ibu-ibu yang berada di pedesaan untuk perawatan bisa menggunakan daun-daunan dengan campuran temu giring kemudian diulek dan selanjutnya dibalurkan, sehingga kotoran dan kulit matinya berjatuhan
Wardani Erawati

Leave a Reply