JAKARTA - Laughter yoga menggabungkan kegiatan tertawa dengan olah pernapasan ala yoga.
Serupa dengan manfaat fitness selama 30 menit, mampu mengubah penampilan terlihat 10 tahun lebih muda. Bahkan, mengencangkan otot wajah dan mengurangi keriput.
Coba saja bayangkan, menghadapi seharian penuh meeting yang membosankan, kemacetan, dan tingkah laku orang sekitar yang menyebalkan. Pastinya, kita ingin sejenak melepaskan diri dari rasa penat itu. Namun, tak perlu jauh-jauh berpikir mengambil liburan satu minggu penuh di resor eksotis. Tertawa sudah cukup merelaksasi otot dan meredakan ketegangan.
Tidak ada yang menyangkal tertawa merupakan kegiatan yang baik untuk kesehatan, juga kecantikan. Secara medis, tertawa mampu merelaksasi otot dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tertawa juga membuat mata terlihat bersinar, yang secara tidak langsung menjadikan penampilan semakin menarik.
Begitu pula dengan yoga. Sebagai salah satu alternatif olah tubuh, yoga memiliki beberapa kelebihan dibanding olahraga high impact lain. Meskipun tidak melalui gerakan-gerakan yang menghentak, yoga cukup mampu menguras keringat dan memaksa Anda mengeluarkan energi maksimum.
Apa jadinya jika kedua hal itu disatukan? Ya, terapi yoga tertawa kini menjadi hal baru untuk mengenyahkan stres dan penat akibat kegiatan sehari-hari. Selain itu, terapi yoga sekaligus mengolah tubuh Anda mendapatkan jantung yang sehat hingga tubuh lebih langsing.
Pencetus dan instruktur laughter yoga Dr Madan Kataria, mengatakan, terdapat penelitian yang menghubungkan kesehatan dan kecantikan dengan tertawa. Sayangnya, kini semakin jarang orang yang tertawa. “Dalam penelitian tersebut tertulis, dulu setiap hari orang dewasa menghabiskan waktu selama 20 menit untuk tertawa, tapi kini orang hanya menghabiskan 5 menit dan itu buruk bagi jiwa,†ungkapnya.
“Tertawa akan memenuhi paru-paru dan tubuh dengan oksigen. Selain itu, saat kita tertawa, saluran pernapasan akan dibersihkan secara alami oleh tubuh. Hal ini akan sangat baik, terutama bagi orang-orang yang jarang melakukan olahraga,†paparnya.
Dr Kataria menuturkan, ketika kita tertawa tubuh akan melepaskan serangkaian hormon dan zat kimia yang akan memicu efek positif dalam metabolisme. Hasilnya, ketegangan dan depresi mereda, tekanan darah menurun, kekebalan tubuh meningkat, dan wajah terlihat lebih cerah.
Salah satu peserta terapi laughter yoga asal Auckland, Malcom Robertson, mengemukakan, terapi tersebut sebagai pengalaman yang mampu mengubah hidup. “Awalnya saya sedikit pesimis, tapi setelah mengikuti terapi selama lima hari, khasiatnya langsung terasa. Saya merasa lebih sehat dan orang-orang mengatakan bahwa saya terlihat lebih baik,†paparnya.
Menurut Dr Kataria, perubahan pada penampilan dengan laughter yoga ini akan segera terlihat. “Pribadi yang memancarkan energi positif akan menjadi magnet bagi orang lain untuk mendekat. Itulah yang ditimbulkan dari terapi ini. Sebaliknya, saat emosi negatif yang dipancarkan, orang lain cenderung menjauh,†ujarnya.
Secara teknis, laughter yoga menggabungkan kegiatan tertawa dengan olah pernapasan ala yoga. Umumnya, kegiatan tersebut dilakukan selama satu jam, termasuk waktu 30 menit untuk tertawa. “Dalam terapi ini kami menggunakan teknik dasar yoga yang difokuskan pada latihan pernapasan. Tertawa akan membuat orang bernapas lebih dalam, yang berarti memberikan manfaat lebih,†tuturnya.
Gerakan yoga yang dilakukan pun cukup mudah. “Tidak memerlukan posisi yang rumit. Asalkan seseorang bisa menguasai teknik pernapasan yoga, maka terapi ini bisa dilakukan,†tuturnya.
Manfaat kesehatan yang didapatkan melalui terapi ini bermula dari asupan oksigen yang cukup. Saat bernapas, tubuh menarik oksigen dari lingkungan untuk melakukan proses metabolisme. Laughter yoga memegang prinsip yang sama. Hanya dalam terapi ini, asupan oksigen yang diambil lebih banyak sehingga tubuh menjadi lebih rileks.
Organ dalam tubuh yang ikut terlibat dalam proses ini, antara lain jantung, diafragma, saluran pencernaan, pernapasan, serta otot-otot wajah. Bila dibandingkan dengan olahraga lain, terapi yoga tertawa ini akan menghasilkan manfaat positif serupa dengan fitness selama 30 menit.Â
Itu baru dari segi kesehatan. Di lain pihak, relaksasi dan tawa akan memancing rasa bahagia yang tulus dari dalam hati. Hal tersebut ternyata membuat penampilan terlihat 10 tahun lebih muda sekaligus dapat mengencangkan otot wajah dan mengurangi keriput. “Dengan terapi ini Anda bisa mengambil semua manfaat tanpa efek samping. Di tambah bonus mengurangi 50% racun dalam tubuh yang disebabkan stres,†ujarnya.
Saat ini terapi yang dimulai di Mumbay, India, pada 1995, ini sudah tersebar luas hingga 5.000 klub di 53 negara. Pada 2007 ini, Dr Kataria akan mengunjungi beberapa negara untuk lebih mengenalkan terapi murah dan bermanfaat ini. Termasuk di Amerika Serikat, Swiss, Hong Kong, dan Jepang. Indonesia? Kita tunggu saja. (nsa lesthia k)
Â