JAKARTA - Ayurverda merupakan sistem pengobatan India kuno yang dikembangkan untuk
sistem perawatan kesehatan yang lengkap. Pengobatan ini sangat baik untuk orang yang tidak mempunyai waktu untuk perawatan, mudah lelah, stres tinggi, dan berbagai macam jenis keluhan organ tubuh.
Ayurveda berasal dari kata ayus yang artinya ’kehidupan’ dan vidyang artinya ’ilmu’. Ilmu kehidupan ini adalah ilmu pengetahuan tentang kesehatan positif, yaitu keseimbangan antara tubuh, pikiran dan jiwa, serta lima unsur tubuh dan lingkungan. Dalam bukunya, Sutrasthana yang merupakan revisi dari buku milik Atreya, Charaka Samhita menyebutkan bahwa tubuh, pikiran, dan jiwa seperti tripod.
Dunia terdiri dari ketiga kombinasi tersebut. Ketiga hal inilah yang menjadi subjek utama dari ayurveda. Dalam cakupan lebih luas, ayurveda di India diajarkan untuk menyiapkan seseorang memahami potensi dirinya melalui berbagai tahap kehidupan. Ayurveda menyediakan perawatan kesehatan lengkap dan alami. Selain itu, pengobatan alternatif yang bertujuan untuk kesadaran diri. Salah satu guru ayurveda yang telah menekuni ilmu itu di India adalah acharya Dr Saigiananda.
Dia mengatakan, sebenarnya ayurveda menggunakan teknik marma dengan konsentrasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Pada dasarnya, titik pada teknik marma sama dengan titik akupunktur China. ?Jadi, pada dasarnya ayurveda itu pengetahuan tentang awet muda, bagaimana merawat diri kita. Dari sisi sejarah, Bali dan Jawa sangat dekat hubungannya dengan India sejak zaman kerajaan di Indonesia. Jadi di dua daerah tersebut, ayurveda sudah dikenal lama,? ujar Saigiananda yang berpraktik di Siddha Ayurveda di kawasan Jakarta Pusat.
Untuk memulai perawatan atau pengobatan dengan ayurveda, maka sang guru atau acharya harus memahami mengenai konstitusi tubuh seorang pasien. Pasalnya, setiap orang memiliki elemen yang berbeda dalam tubuhnya. ?Ayurveda dilihat dari konstitusi tubuh ada tiga dosha, yaitu pancaelemen, kappa, pitta, dan vatta. Kalau kappa, sumber pada air, pitta itu pada api, dan vata itu pada udara. Jadi, setiap perawatan itu kami cocokkan dengan sumber itu,? papar Saigiananda.
Kemudian, seluruh bagian tubuh dalam ayurveda disebut chakra diperiksa oleh acharya. Chakra di tubuh manusia ada tujuh, mulai ujung kepala hingga anus. ?Tujuh chakra itu kami cek, yang mana tidak berfungsi dengan baik. Kami periksa dari chakra atas hingga bawah, yaitu dari kepala hingga anus. Jika salah satu chakra tidak berfungsi dengan baik, akan memengaruhi yang lain di dalam tubuh,? tegasnya. Saigiananda menuturkan, ilmu ayurveda itu sangat luas, mengatur seseorang sejak menjelang pernikahan, sampai pembentukan embrio ketika wanita mengandung hingga melahirkan.
?Jadi, ayurveda tidak hanya untuk relaks, bukan sekadar pijat, tapi bagaimana mentransformasikan elemen prana dalam tubuh manusia. Kemudian, pengobatan untuk anak autis, penyakit stroke, dan jantung juga bisa,? ujarnya. Salah satu perawatan dengan ayurveda yang baik untuk penyakit stroke dan pengeroposan tulang ialah agni sesha. Perawatan ini dikerjakan oleh dua orang terapis menggunakan metode titik sentral tujuh chakra. Terapi ini akan mengembalikan sel-sel tubuh yang telah menua dengan menggunakan herbal buah-buahan.
Kemudian, ada program pengeluaran racun atau detoksifikasi dengan metode ayurveda yang disebut colo vada. Detoksifikasi ini akan membersihkan kolon melalui anus, menggunakan ramuan herbal efektif tanpa mesin dan rasa sakit. ?Keunggulannya yaitu menyeimbangkan tiga dosha menjadikan metabolisme sesuai fungsi. Cocok untuk orang sehat atau yang memiliki penyakit akut atau kronis, pencandu narkoba, dan semua jenis penyakit,? papar Saigiananda. Ada pula terapi madyana, terapi menggunakan herbal lumpur yang diambil dari perairan Gangga di Himalaya.
Terapi ini berguna untuk menghaluskan kulit, kecantikan, dan daya tarik. Selain itu, pembersihan aura negatif. Salah satu perawatan istimewa dengan metode ayurveda ialah shirodhara, yang menggunakan terapi kucuran dari minyak herbal hangat pada bagian muka dan kepala.Terapi ini berguna untuk penderita depresi, stres, sulit tidur, gangguan pada mata, dan meningkatkan konsentrasi. Atas dasar itulah, ayurveda mengutamakan keunggulan moral sebagai dasar dari pendidikan yang sebenarnya. Dengan ditangani terapis-terapis yang telah dilatih untuk memiliki makna dengan hal-hal fisik dan intelektual.
Selama kehidupan sebagai terapis, penekanan khusus ditujukan untuk menghindari makan daging dan minuman keras. Terapis hanya diizinkan makan bahan makanan dan minuman dari bahan alami. ?Untuk menjadi terapis ayurveda punya syarat melakukan yoga, meditasi, dan vegetarian. Tanpa merokok dan obato-batan. Kami didik dulu enam bulan, kemudian kami juga lihat sejauh mana prana yang dimiliki,? ungkap Saigiananda. (ririn sjafriani/SINDO/mbs)