OXFORD - Dua Penelitian terbaru mempertegas kaitan hormone replacement therapy (HRT) dengan kanker.
Kendati belum bisa membuktikan, para peneliti menilai, HRT berisiko memicu kanker payudara dan kanker rahim.
Para dokter mengungkapkan, para wanita muda yang mengonsumsi obat untuk menyembuhkan gejala serius menopause harus memikirkan ulang tindakan mereka karena formulasi baru berdosis rendah sudah tersedia dan para dokter saat ini sudah mengetahui cara penggunaan obat tersebut dalam periode waktu lebih pendek.
Salah satu penelitian mengenai kaitan HRT dengan kanker tersebut diterbitkan dalam jurnal medis Lancet. Penelitian tersebut mengungkap, kaum wanita yang menggunakan HRT berisiko 20 persen lebih besar meninggal akibat kanker rahim daripada wanita yang tidak menggunakan HRT. Dr Valerie Beral dan rekan-rekannya di Cancer Research UK Epidemiology Unit, Oxford, menuturkan, penemuan mereka mengungkap, sekitar 1.000 wanita Inggris yang meninggal akibat kanker rahim pada periode 1991–2005 merupakan pengguna HRT.
Para peneliti tersebut menggunakan data dari “Million Women Study,†yang meneliti hampir satu juta wanita, sekitar separuh di antara mereka adalah pengguna atau mantan pengguna HRT. Dari setiap 1.000 wanita yang menggunakan HRT selama lima tahun, para peneliti mengungkapkan, 2,6 persen dari mereka terserang kanker rahim. Data tersebut sangat kontras dengan 2,2 kasus kanker rahim dari setiap 1.000 wanita yang tidak menggunakan HRT. (ahmad fauzi/SINDO/mbs)