Telur Tidak Pengaruhi Kadar Kolesterol

NEW YORK – Penelitian yang dilakukan terapis fisik dari Eastern Washington University di Cheyenne, Washington Wendy Repovich 


mengatakan, banyak kesalahpahaman informasi yang beredar mengenai kebutuhan nutrisi bagi tubuh.

Salah satunya, ”mengonsumsi telur akan meningkatkan kolesterol”. Mitos ini dimulai dari kuning telur yang dianggap memberi kontribusi besar terhadap tingkat kolesterol di setiap makanan yang menjadi santapan sehari-hari. Padahal bila tubuh mendapat asupan telur dalam jumlah sedang, hal itu tidak akan berisiko terhadap kesehatan.

”Kebanyakan orang menghindari telur jika mereka tidak ingin mengalami risiko penyakit kardiovaskular. Dokter mereka mengatakan bahwa mereka menghindari telur,” kata Repovich, seperti dikutip situs Reuters.

Tapi kenyataannya, tidak ada dalam penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi satu atau dua telur tiap hari akan memengaruhi tingkat kolesterol di dalam tubuh.

”Dengan mengonsumsi karbohidrat akan membuat gemuk merupakan mitos yang lain. Mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat dari diet akan membantu mengurangi jumlah makanan dan dehidrasi,” sebut Repovich seraya menambahkan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sedang tidak secara langsung menyebabkan penambahan berat badan.

Tak hanya itu, mitos lain yang banyak beredar adalah mengenai minum delapan gelas setiap hari. Menurut Repovich, orang membutuhkan air untuk menggantikan kehilangan cairan setelah  bernapas, buang air kecil, dan berkeringat tiap hari.

”Saya melihat ini akan menyenangkan bila orang membawa botol air ke mana pun. Saya berpikir masih sedikit orang memberi perhatian mengenai minum 8 gelas tiap hari. Kebanyakan orang tidak menyadari mereka mendapat banyak air dari bahan lain dalam dietnya.”

Akan tetapi, terlalu banyak air juga akan berbahaya karena bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Kondisi ini disebut hyponatremia.(hendrati h/SINDO/via)

Leave a Reply