Olahraga Kurangi Risiko Kanker Payudara

CHICAGO – Olahraga dengan intensitas gerak tinggi seperti berenang, aerobik, dan lari ternyata


bisa mengurangi risiko kanker payudara pada wanita. Kendati belum jelas seberapa sering atau berat olahraga yang harus dilakukan, studi perkembangan kesehatan tubuh yang dilakukan terhadap sejumlah partisipan membuktikan bahwa aktivitas gerak yang tepat bisa menurunkan risiko itu.

Tim dari University of Southern California di Los Angeles mengatakan, latihan atau olahraga mungkin mengurangi risiko kanker melalui perubahan dalam metabolisme dan sistem kekebalan tubuh dengan cara mengurangi penambahan berat badan.

Studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine tersebut melibatkan 110.599 wanita sebagai partisipan di California yang riwayat kesehatannya ditelusuri sejak 1995. 

Wanita yang ikut serta dalam aktivitas gerak yang tinggi selama lebih dari lima jam seminggu mengalami penurunan risiko 20% untuk penderita kanker payudara yang sudah berkembang (invasive breast cancer) dan 31% pada kanker payudara stadium dini, dibandingkan wanita yang hanya melakukan kurang dari 30 menit seminggu. 

Hingga 2002, terdapat 2.649 wanita yang didiagnosis invasive breast cancer, dan 593 wanita dengan kanker stadium dini.

Studi itu dilakukan terutama untuk melihat pengaruh kumulatif dari olahraga atau latihan lebih terhadap risiko terkena kanker payudara. Sebelum terdiagnosis kanker payudara, para wanita yang menjadi partisipan dalam studi ini hanya melakukan sedikit latihan atau olahraga.

?Hasil studi tersebut disertai bukti tambahan yang mendukung peran pencegahan melalui aktivitas fisik yang berat, tapi menyenangkan dalam jangka panjang, terhadap risiko kanker payudara yang sudah invasive maupun yang masih stadium dini. Adapun pengaruh menguntungkan dari aktivitas yang biasa-biasa saja masih kurang jelas,? simpul penelitian itu. (hendrati hapsari/SINDO/mbs)   

Leave a Reply