Tidak banyak yang tahu kalau di Poliklinik Nyeri/Akupunktur Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof DrR Soeharso, Surakarta, ada
pelayanan akupunktur, khusus untuk menangani pasien yang mengalami kegemukan atau obesitas. Pelayanan akupunktur di RSO ini baru dibuka September 2006, awalnyauntuk mengatasi nyeri.
Metode khusus untuk menurunkan berat badan adalah dengan menanamkan benang implan ke dalamjaringan di bawah kulit. Penanaman ini menggunakan bantuan jarum suntik, berlangsung sekitar 10-15 menit.
Implan ditanam di 10 titik, yaitu enam titik di sekitar pusar, dua titik di kaki kiri dan kanan, serta duatitik di tangan kiri-kanan. “Dibandingkan dengan cara lama, model penanaman implan ini lebih efektif menurunkan berat badan,” ujar dr Sudibyo H Pardi SpAn, akupunkturis di RSO.
Pelayanan ini sekarang mulai banyak diminati. Pasien yang datang 8-10 orang per hari. Dalam tigabulan terakhir ditangani lebih dari 300 orang.
Pasien yang datang tidak hanya dari Kota Solo, tetapi dari berbagai daerah lain. Mereka berusia 20-70tahun, paling banyak pasien berumur sekitar 30-40 tahun. Di antara pasien itu tercatat seorang Miss Impian. Untuk jasa medis ini mereka dikenai biaya Rp 80.000.
Berapa rata-rata penurunan berat badan yang dialami pasien yang menggunakan akupunktur implan,Sudibyo mengatakan, cepat-lambatnya penurunannya tergantung sifat tubuh seseorang. Ada yang dalam satu bulan hanya turun dua sampai empat kilogram, tetapi ada yang sampai delapan kilogram.
Tri Sadono (36), karyawan swasta yang tinggal di Sukoharjo, mengatakan, selama ini ia kesulitanmenurunkan berat badannya yang hampir mencapai 100 kilogram. Ia pernah mencoba sejumlah produk teh hijau yang dipromosikan bisa mengurangi berat badan. Namun usaha itu tidak berhasil,berat badannya tetap saja berkisar di angka 98-99 kg. “Saya sempat ditawari ramuan jamu untuk menguruskan badan. Meskipun rata-rata penjual jamu mengatakan tidak ada efek sampingannya, tetapisaya tetap takut,” ujarnya.
Kini dengan metode penanaman implan di bawah kulit ini, ia berharap bisa menurunkan beratbadannya setidaknya sekitar 10-15 kg.
Hasilnya, dalam sebulan berat badannya telah turun lebih dari 5 kg. Bahkan setelah melakukan implanselama tiga bulan berturut-turut, berat badan Tri turun sekitar 15 kg, Hingga Saat ini bobotnya sekitar 84-85 kg.
Setelah melakukan implan, ia mengaku badannya terasa lebih segar. Pola makannya pun berubahdrastis. Volume makanan jauh berkurang. Porsi nasi berkurang sampai 90 persen, bahkan makanan dari daging hampir sama sekali tidak disentuh.
Saya enggak tahu. Berat badan saya turun karena pengaruh implan atau sekadar sugesti. Yang jelassejak diimplan, pola makan saya berubah,” ujarnya.
Pengalaman yang sama juga dirasakan seorang ibu dari Boyolali yang berusia sekitar 60 tahun.Karena mengalami suatu penyakit, ibu yang memiliki berat badan sekitar 85 kg ini disarankan dokter agar menurunkan berat badan. Ia pun berobat di poliklinik akupunktur rumah sakit ini. Hasilnya,selama beberapa bulan berat badannya berkurang hingga sekitar 20 kg.