Cirinya, Bila Luka Cepat Sembuh
Menjadi lebih cantik dan lebih cantik lagi. Itu yang
dikehendaki seorang wanita. Sebenarnya, mudah saja untuk menjadi cantik. Yakin, merawat tubuh agar senantiasa terlihat segar dan sehat. Kalau begitu, apa ciri khas kulit sehat?
Salah satu organ tubuh yang selalu menjadi patokan kecantikan seseorang adalah kulit. “Sebab itu, orang lantas melakukan beragam cara agar kulitnya tampak selalu bersinar,” tutur dr Enny S Widjaja SpKK.
Kulit Sehat. Belakangan, orang mulai memanfaatkan segala bentuk tindakan peremajaan kulit. Mulai dari bedah kimiawi, penggunaan laser CO2, dermabrasi (pengelupasan kulit dengan alat semacam gerinda, Red.) maupun operasi plastik. Semua itu tujuannya untuk memperbaiki kelainan kulit yang rusak. “Padahal, lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Direktur Enny Health Skin Center Surabaya itu. Tapi, nyatanya, masih sedikit jumlah orang yang melakukan usaha pencegahan kulit menjadi rusak itu. Sedangkan, tindakan pengobatan tersebut sifatnya hanya sementara. Dan kerusakan akan terus berlanjut.
Lantas, bagaimana sih kriteria kulit sehat itu? “Kulit sehat adalah kulit halus mulus tanpa flek,” jelasnya. Selain itu, kulit juga terasa kenyal dan tidak berkeriput, layaknya kulit bayi.
Tanda lain kulit sehat bisa dilihat dari warnanya. Tampak cerah, bersinar dan berwarna kemerah-merahan. Kulit tidak tampak kering meskipun tidak menggunakan pelembab. Ini artinya, kadar air kulit tersebut cukup. “Bisa dibilang kulit tidak mengalami dehidrasi,” lanjutnya.
Lalu, fungsi kulitnya juga normal. Biasanya, secara berkala akan terjadi pergantian kulit. Dan ini berlangsung terus-menerus. Fungsi kulit yang normal juga ditunjukkan daya tahan kulit terhadap faktor luar. Misalnya, bila terkena garukan atau luka bisa cepat sembuh sendiri. “Ini terjadi karena fungsi barrier atau pertahanan kulit masih kuat,” ungkapnya.
Rusak v sakit. Namun, banyak hal yang membuat tekstur dan penampaan kulit kita berubah. Faktor itu bisa dari dalam tubuh sendiri, lingkungan, genetik maupun proses penuaan alami. Akibatnya, kulit pun jadi rusak. Ciri kulit rusak adalah orang tersebut tidak menderita suatu penyakit. Tapi, mulai terjadi penuaan kulit baik dari dalam maupun dari faktor luar. Sehingga, kulit pun sifat maupun fungsinya berubah. “Faktor dari luar itu contohnya pajanan sinar matahari,” ujarnya. Kulit jadi tampak kusam, kering dan berkeriput. Selain itu, beberapa orang bahkan mengalami kekendoran kulit, terasa tebal dan mudah luka.
“Antara kulit rusak dan kulit sakit itu beda lho,” tukasnya. Jerawat, lanjut Enny, sebenarnya termasuk kulit sakit, bukan kulit rusak. Lalu, adanya seboroik. Yakni, pada kulit muka tampak sisik putih kekuningan. Pula, timbul tumor kulit seperti keratosis aktinik.
Nah, kulit rusak ini bila dibiarkan bisa menjadi kulit sakit. Misalnya, kulit rusak akibat paparan sinar matahari yang kemudian menjadi kanker kulit atau gangguan pigmentasi kulit. (tha)