Di Balik Label Dermo - Cosmetic

Benarkah produk kosmetik saat ini cenderung tak lagi


aman? Atau jangan-jangan kita yang tidak bisa memilih produk terbaik yang paling dibutuhkan kulit?

Tahukah Anda, bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk kosmetik dan interaksi dengan sinar ultra violet menjadi salah satu dari penyebab utama problem kulit dewasa ini?

Bahkan radiasi sinar ultra violet yang bersinggungan dengan senyawa kimia tertentu dalam produk kosmetik Anda berpotensi menyebabkan harmful effect (pemanasan) pada kulit.

Belum lagi akibat residu yang ditinggalkan. Jika tak mampu dibersihkan sistem metabolisme tubuh, jangan heran jika kemudian diagnosa kanker kulit pun mudah bermunculan.

Beruntunglah, perkembangan dunia kedokteran dan industri farmasi melahirkan inovasi positif yang lagi-lagi menguntungkan perempuan yaitu dengan lahirnya kosmetik yang berpihak pada kesehatan dan keselamatan kulit.

Salah satunya jenis Cosmeuticals atau yang dikenal dengan dermo-cosmetics. Rupanya istilah ini tak hanya populer di dunia kosmetologi modern, tapi telah menjadi bagian dari trend gaya hidup sehat.

Wellness Product

Bagaimana memilih produk berjenis dermo-cosmetics? apalagi untuk beberapa kosmetik, label ini memang tidak dicantumkan pada kemasan. Tapi ada cara yang paling mudah mengenalinya. Pertama, mulailah peduli terhadap apa yang dikonsumsi kulit Anda.

Kepedulian ini termasuk melek soal ingredients. Tenang, Anda tak harus menjadi seorang spesialis soal kulit untuk mengerti soal ini kok :-) apalagi, kini beberapa institusi kesehatan sepakat dalam mensosialisasikan penggunaan istilah-istilah teknis yang lebih familiar untuk masyarakat awam.

Cara lain, setel alarm tubuh Anda. Gunakan logika untuk mengukur tingkat sensitifitas soal kondisi dan kebutuhan kulit yang sebenarnya. Biasanya, filter akal sehat akan bekerja saat Anda mengenali atau membaui kosmetik untuk pertama kali. Jujurlah dalam memberi penilaian.

Hal ini akan membuat anda merasa lebih baik, lebih sehat dan tidak terbebani oleh rasa bersalah. Sense of well being (mood) ini nantinya bisa terpancar di wajah juga. Efek positifnya tentu saja wajah Anda akan terlihat lebih cerah dan cantik. :-)

Natural Elements

Kalau menilik dalamnya, kosmetik yang termasuk katagori ini umumnya dibuat berdasarkan pendekatan medical skincare. Formulasi dasarnya memiliki tingkat skin-tolerable yang baik, tidak bersifat alkali, sehingga dapat meminimalkan iritasi. Untuk itulah dibutuhkan tahapan clinical studies terlebih dahulu.

Menurut Martina Kerscher, profesor sekaligus dermatolog dari Gesellschaft fur Dermopharmazie Dusseldorf, sebenarnya ada dua konsentrasi penting soal ingredients kosmetik ini.

Pertama, tiap senyawa yang dipakai biasanya tidak menyebabkan reaksi kontaminasi dengan senyawa lain. Kedua, formulasi yang dihasilkan bersifat stabil dan tidak  menyebabkan ketergantungan jangka panjang.

Tak hanya itu, Martina dalam jurnal dermo-cosmetiknya juga menyebut, secara topikal kosmetik jenis ini harus memiliki sistem complete solution combination. Yaitu fungsi restoration (perbaikan) dan prevention (perawatan) sekaligus sehingga bisa digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk jenis kulit sensitif.

Bahkan air, lemak, dan minyak yang menjadi elemen pencampuran pun berasal dari sumber nabati. Untuk yang satu ini ada standart pharmaceutical manufacturing yang ditetapkan secara khusus dan berlaku universsal. Contohnya, glycerid suphate. Minyak yang umum digunakan sebagai emulasi pada kosmetik ini berasal dari sintesa kelapa murni.

Yang tak kalah penting, kosmetik yang baik haruslah bisa membangkitkan self esteem dan meningkatkan percaya diri pemakainya. Baik fisik (treatment) dan psikis (healing).

Intinya, kosmetik tak sekedar menyajikan cantik estetis, tapi juga cantik medis, sehat dan harus aman.

Sumber: Kompas

Leave a Reply