Penderita hipertensi memang dianjurkan untuk
membatasi garam karena garam dapat menahan air sehingga meningkatkan tekanan darah. Tapi untuk pertama kalinya, pembatasan garam dihubungkan dengan efeknya dalam mencegah kekakuan pembuluh darah arteri pada penderita hipertensi yang tidak bereaksi dengan pengobatan.
Dari 120 orang dengan hipertensi yang menetap dimana 34 orang diantaranya mempunyai kadar hormon aldosteron yang tinggi tapi mempunyai aktivitas plasma renin yang rendah. Hormon aldosteron adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal yang mempengaruhi tekanan darah dan keseimbangan garam dalam tubuh. Sedangkan renin adalah enzim yang dilepaskan oleh ginjal yang membantu tubuh dalam mengatur garam, cairan dan tekanan darah dalam tubuh.
Dengan bantuan alat USG (ultrasono), peneliti mengukur diameter dari pembuluh darah arteri di lengan atas. Fleksibilitas pembuluh darah ini dilihat dari kemampuannya dalam melebar dan melemas pada saat aliran darah meningkat. Dari 34 pasien dimana 10 orang diantaranya melakukan diet rendah garam, ditemukan fleksibilitas pembuluh darah arterinya lebih baik dibanding dengan 24 orang yang mengkonsumsi makanan tinggi garam. Hasil terbaik ditemukan pada 5 pasien yang mengkonsumi sangat sedikit garam.
Hasil ini perlu mendapat perhatian para dokter yang menangani penderita hipertensi, dan tentunya bagi para penderita hipertensi itu sendiri. Konsumsi garam yang rendah akan memperbaiki fleksibilitas tekanan darah yang akan membuat tekanan darah penderita hipertensi lebih terkontrol. Demikian hasil yang didapat dari konferensi tekanan darah tahunan ke 58 American Heart Association di Chicago, Amerika Serikat.