Keberhasilan proses penurunan berat badan tidak hanya dengan satu macam upaya,
tetapi menerapkan suatu program yang holistik.
Masalah kelebihan berat badan saat ini sudah menjurus ke arah yang mengkhawatirkan, apalagi di negara maju. Berat badan berlebih atau obesitas dapat mengakibatkan bermacam-macam penyakit seperti stroke, jantung, ginjal tulang belakang mudah sakit, keseimbangan terganggu. Kulit yang berlipat-lipat juga dapat menyebabkan penyakit kulit.
Pada prinsipnya kegemukan itu terjadi karena kesehatan, psikologis, lingkungan dan kurang aktivitas. Energi yang masuk lebih besar dibandingkan dengan energi keluar. Banyak program yang ditawarkan untuk mengatasi kelebihan berat badan itu mulai dari program pelangsingan komersial, detoksifikasi, suplemen pelangsing badan, bahkan ada yang sedot lemak.
Namun, cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain. Lalu bagaimana tatalaksana penurunan berat badan yang benar dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang?
“Sudah saatnya masyarakat mengetahui tentang tata laksana penurunan berat badan terpadu. Kuncinya adalah berpola pikir positif, berpola makan rendah lemak, rendah kalori dengan gizi seimbang, berolahraga secara tepat dan jika perlu menggunakan obat atau metode penurunan berat badan yang sesuai, sehingga dapat menurunkan berat badan dan mempertahankannya dalam jangka panjang,” ujar dokter spesialis gizi klinik, Johanes Chandrawinata, yang sukses membimbing Sita Nursanti, 31 (penyanyi), dan Tike Priatnakusumah (pembawa acara) dalam menurunkan berat badan mereka.
Keberhasilan dari proses penurunan berat badan itu tidak hanya dengan satu macam upaya saja, tetapi menerapkan suatu program yang holistik.
Dari segi makanan, misalnya, Anda yang gemuk tidak usah terlalu pusing memikirkan makanan yang dapat disantap.
Yang penting diperhatikan, kata Johanes, yaitu mengubah pola makan tidak sehat menjadi pola makan sehat yang rendah lemak dan rendah kalori. Misalnya, biasa memakan gado-gado dan kerupuk. Nah, sekarang dikurangi makan kacang dan kerupuknya untuk meminimalkan jumlah minyak yang dikonsumsi. “Asupan kalori lebih rendah dari kebutuhan,” ujar Johanes seraya menyarankan jika selesai makan usahakan banyak minum air putih.
Olahraga
Tentang pemilihan olahraga untuk penurunkan berat badan itu banyak orang yang salah persepsi. Menurut dokter spesialis kesehatan dan olahraga, Michael Triangto, persepsi orang kalau olahraga untuk menurunkan berat badan selalu berat, melelahkan dan berkeringat.
“Oleh sebab itu, harus dibuat suatu program olahraga yang tepat untuk setiap individu bersangkutan, yang disesuaikan dengan kemampuan tubuh, kebutuhan berolahraga dan kondisi psikologisnya,” kata Michael.
Dia memberikan alternatif berupa sport therapy yang merupakan program pengobatan yang menggunakan olahraga terukur untuk meningkatkan derajat kesehatan dan membantu proses penyembuhan penyakit tertentu termasuk proses penurunan berat badan.
Istilah terukur yang dia maksud yaitu denyut jantung selama pelatihan termonitor, gerakan otot diukur dan diuji efektivitasnya dengan alat electro myography.
Seperti Sita Nursanti yang sudah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan berat badannya, ternyata turunnya tidak bisa sampai yang dia harapkan. Setelah berhasil menurun berat badan seberat 11 kg, berat badannya ternyata stagnan.
Lalu dia bergabung dengan program penurunan berat badan dari PT Roche Indonesia. Dokter yang mengawasi program tersebut mengatakan bahwa berat badan Sita masih bisa diturunkan lagi apabila dia rajin beraktivitas fisik dan dengan bantuan pengobatan. Setelah mengikuti pola yang dianjurkan oleh dokter, kini berat bedannya bisa turun lagi mencapai 62 kg dan mampu bertahanan selama empat tahun.
Pola makan Sita pun diatur karena dia suka ngemil. Makanan berlemak tinggi dikurangi serta dibantu dengan obat orlistat dari Roche yang bekerja pada lokal di usus yang aman digunakan sampai empat tahun berturut-turut.
Setelah mengikuti program tersebut berat badan Sita turun dari 89 kg (2002) menjadi 62 kg (2006). Kini Sita sudah terbiasa menerapkan pola makan sehat dan menjadi lebih aktif berolahraga setiap hari.
“Saya telah merasakan kesuksesan menurunkan berat badan. Dengan bentuk badan dan penampilan sekarang, saya lebih percaya diri dan bisa memakai apa saja yang saya suka,” ujar Sita.
Sebenarnya, menurut dia, mengikuti program tersebut tidaklah sulit asal ada motivasi dari diri sendiri dan makan nasi juga tetap dibolehkan, tapi diperbanyak makan sayur dan buah.
Sedangkan Tike yang baru mengikuti program tersebut selama lima bulan sudah berhasil menurunkan berat badannya 15 kg. Memang mereka mengakui agak mengalami kesulitan untuk menghindari makanan berlemak, tetapi bisa disiasati. Cara menyiasatinya dengan berpikir positif, pengaturan makan rendah lemak, rendah kalori, gizi seimbang, melakukan olahraga yang terukur serta dibantu dengan obat penurunan berat badan yang aman dan efektif.
Untuk membantu proses penurunan berat badan itu, PT Roche Indonesia, meluncurkan obat orlistat yang bekerja khusus pada bagian usus. Menurut Stephanus Kairupan, Head of Medical Management PT Roche Indonesia, obat tersebut bekerja pada bagian usus dengan mem-block 30% lemak dari makanan yang dimakan.
Menurut dia, obat tersebut terbukti efektif menurunkan berat badan hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan diet dan olahraga saja dan terbukti aman untuk dipakai selama empat tahun berturut-turut. Obat itu juga sudah disetujui peresepannya oleh FDA (Badan POM AS) untuk remaja mulai usia 12 tahun.
Di samping itu, PT Roche Indonesia juga membentuk Program Pendamping Penurunan Berat Badan (P3B2) untuk memberikan konsultasi gratis kepada orang yang memakai obat terbaru itu untuk meraih sukses dalam penatalaksanaan berat badan jangka panjang.
Program tersebut berlangsung komunikasi dua arah yang berkesinambungan dengan ahli gizi, panduan dalam perencanaan makan individu, panduan dalam penggunaan orlistat dan mendorong dalam usaha penurunan berat badan.
Penurunan berat badan yang yang baik, kata Michael, adalah 3-4 kg per bulan, tidak menimbulkan gangguan kesehatan, meningkatkan kebugaran tubuh dan wajah serta tubuh tampak segar. (reni.efita@bisnis.co.id)
Oleh Reni Efita Hendry
Wartawan Bisnis Indonesia