Kelopak mata indah dengan okulaplast

Usai bercermin ketika hendak pergi ke pesta, Bunga merasa kurang pede, karena

dandanan matanya kurang cantik. Sejak lama, dia memang merasa kurang nyaman dengan tekstur kelopak matanya yang tidak memiliki lipatan.

Karena itu, dia harus menahan keinginannya, tampil berani dengan warna-warna eye shadow yang mencolok, karena tentu saja hal tersebut tak akan nampak dari kelopak matanya yang nyaris tidak ada itu.

Tekstur kelopak mata yang dalam, memang banyak diinginkan wanita-wanita yang ingin tampil cantik dengan dandanan make up mata yang berani. Namun, pada umumnya tekstur mata seseorang itu berbeda satu sama lain. Ada yang dalam, ada yang cukup dalam, atau bahkan ada juga yang tidak memiliki kelopak mata seperti halnya kasus pada Bunga ini. Lipatan atau kelopak mata normal wanita adalah sepanjang 7 mm dari permukaan kelopak mata (wanita Eropa cenderung lebih dalam), sementara ukuran normal bagi laki-laki adalah 5 mm.

Untuk mensiasatinya, banyak dari mereka yang menggunakan kelopak mata plastik, berupa bahan plastik semacam selotip yang bisa membuat mata tampak seperti memiliki kelopak mata normal.

Akan tetapi, cara tersebut cukup merepotkan dan bersifat sementara. Karena itu, saat ini banyak wanita yang ingin tampil cantik dengan cara melakukan operasi bedah mata plastik (okulaplast), untuk memperbaiki tekstur mata mereka.

Rekonstruksi
Menurut ahli opthalmologist Jakarta Eye Centre, Yunia Irawati, okulaplast adalah bedah plastik mata yang tujuannya untuk meningkatkan fungsi dan penampilan mata.

Pada dasarnya, menurut dia, okulaplast dilakukan untuk dua hal, yakni rekonstruksi, yaitu memperbaiki kelainan-kelainan yang ada pada kelopak mata, tulang-tulang rongga mata dan sistem saluran air mata. Kedua, okulaplast dilakukan untuk kosmetik, yaitu memperbaiki bentuk mata agar tampil lebih cantik dari sebelumnya.

Untuk okulaplast rekonstruksi, beberapa kelainan yang bisa diperbaiki antara lain karena trauma atau cidera, yaitu robekan pada kelopak mata, yang membuat kelopak mata tidak bisa menutup dengan sempurna. Jika tidak diperbaiki maka akan mudah terjadi infeksi pada bola mata dan bisa menimbulkan kebutaan.

Selain itu, kelainan karena cidera tulang-tulang rongga mata yang menyebabkan bola mata masuk ke dalam (cekung) atau menonjol keluar, yang harus diperbaiki tidak lebih dari dua minggu setelah cidera.

Selanjutnya adalah kelainan bawaan, seperti ptosis (kelopak mata tidak dapat membuka), yang dapat menyebabkan amblyopia (penglihatan tidak berfungsi dengan baik karena kelopak mata tertutup), bulu mata kelopak bawah masuk dan menusuk bola mata, yang menyebabkan mata berair terus (operasi sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur satu tahun).

Rekonstruksi juga bisa dilakukan pada kelainan yang disebabkan tumor kelopak, atau tumor di belakang bola mata, atau kelainan karena proses penuaan antara lain entropion (kelopak bawah melengkung ke dalam sehingga bulu mata menusuk bola mata dan dapat mengakibatkan kekeruhan bola mata), serta kelainan karena infeksi mata berair dengan pembengkakan pada pangkal hidung (dacryocysitis).

Sementara, okulaplast kosmetik, biasanya dilakukan untuk mempercantik kelopak mata atas atau bawah, atau meninggikan alis mata yang turun.

Biasanya, operasi dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi tanda-tanda seperti kulit kelopak mata atas yang longgar atau berlebihan, sehingga menyebabkan lipatan kelopak mata tidak jelas, kelopak mata atas tampak bengkak, mata terlihat sipit karena lipatan kelopak mata tidak dalam, penampilan kelopak mata bawah tampak berlebih (keriput), atau juga adanya kantung mata yang tentu saja bisa merusak penampilan wajah Anda.

Okulaplast kelopak mata kosmetik menurut Yunia, dikenal dengan istilah blefaroplast, yang dibedakan atas kelopak mata atas dan bawah.

Blefaroplast kelopak mata atas dilakukan dengan menggunakan teknik jahitan, yaitu dengan membuat perlekatan antara jaringan kelopak mata bagian depan dengan bagian dalam. Prosedur ini dapat dilakukan dengan incisi (pengirisan kelopak mata), atau cukup dengan satu atau tiga jahitan saja. Tujuan dari incisi ini adalah membuang lemak yang berlebihan atau membuang sebagian kulit yang sudah longgar.

Sementara, blefarosplast kelopak bawah dilakukan dengan mengeluarkan lemak yang membuat penampilan kelopak bawah seperti bengkak, atau membuang lemak melalui kulit dengan membuang kulit yang sudah longgar.

Prosedurnya pun hampir sama dengan tindakan operasi lainnya. “Karena ini merupakan sebuah tindakan operasi, maka harus dilakukan pembiusan lokal atau umum pada pasien,” ujar Yunia.

Untuk blefaroplast umumnya digunakan bius lokal saja. Agar pasien dalam keadaan sadar, jadi pembiusan cukup dilakukan dengan menggunakan anestesi tropical, jadi hanya disuntik di bagian kulitnya saja.

Setelah pembiusan dilakukan, kemudian incisi untuk pembuatan luka atau pembentukan kelopak mata tadi bisa dilakukan. Incisi tersebut dilakukan di daerah sinkris atau lipatan yang ingin dibentuk, dengan menggunakan teknik pisau ataupun laser, untuk membuang lemak atau kulit yang berlebih agar kelopak mata terlihat lebih kencang dan berbentuk.

Setelah proses incisi, maka proses selanjutnya adalah pengencangan otot dan pemendekan otot avonorosis levator autogram, untuk kelopak mata yang ingin diperbaiki tadi. Setelah proses tersebut selesai, maka proses terakhir adalah penjahitan atau penyinaran laser untuk sentuhan terakhir.

Operasi blefaroplast ini biasanya memakan waktu setengah jam hingga empat jam lamanya. “Waktunya bervariasi bisa antara setengah hingga empat jam, tergantung dari kasus yang dihadapi, dan juga kondisi pasiennya.”

Hasil operasi ini, bisanya bertahan untuk waktu yang cukup lama, meskipun demikian tergantung juga pada bakat bawaan dan faktor gaya hidup pasien. Penyembuhannya sendiri, biasanya memakan waktu selama satu hingga dua minggu hingga luka menutup.

Efek samping
Seperti halnya tindakan operasi, okulaplast memiliki efek samping. Menurut Yunia, efek yang biasanya terjadi usai operasi adalah kadang terjadi pembengkakan, karena jaringan otot yang longgar. Namun hal tersebut bisa diminimalisasi dengan pemberian obat-obatan minum.

Selain itu, biasanya pasien juga akan merasakan gatal pada mata. Yang harus dilakukan adalah, mereka dapat menjaga kebersihan dan menghindari air sebelum jahitan bisa dibuka dua pekan setelah tindakan operasi dilakukan.

Jika tidak dilakukan dengan benar, blefaroplast bisa berakibat buruk pada fungsi mata Anda. Jangan sampai, niatan untuk tampil cantik, malah membuat Anda mengalami gangguan penglihatan. Efek buruk yang mungkin terjadi karena operasi blefaroplast yang tidak benar adalah terjadinya perdarahan di belakang bola mata yang dapat mengakibatkan kebutaan.

Hal ini dapat terjadi pada saat operasi perdarahan kurang dihentikan dengan baik, ataupun karena pasien yang memiliki kelainan pembekuan darah yang tidak baik, atau memiliki hipertensi.

Selain itu, efeknya juga bisa membuat mata tidak dapat ditutup dengan sempurna karena terlalu banyak membuang kulit kelopak atas (lagoftalmus). Tepi kelopak mata bawah keluar akibat terlalu banyak membuang kulit kelopak mata bawah (ektropion), atau juga bisa membuat mata kering karena kelenjar air maya terkena saat pembuangan lemak tadi. (redaksi@bisnis.co. id)

Oleh Mia Chitra Dinisari
Kontributor Bisnis Indonesia

Leave a Reply