Aterotrombosis Penyebab Kematian Mendadak

Health News
Mengapa banyak orang meninggal mendadak karena serangan jantung tiba-tiba

(sindrom koroner akut), padahal sebelumnya tidak punya keluhan bahkan tes yang dilakukan (misalnya uji latih jantun dengan treadmil) hasilnya baik?

Menurut ahli jantung dan kardiovaskular, Dr. RWM Kaligis MD, pada acara Weekend Course on Cardiology (WECOC) ke-18 di Hotel Borobudur, Jakarta, 14-16 September lalu, penyebabnya adalah aterotrombosis “Aterotrombosis adalah penyebab utama dari serangan jantung, stroke, dan sebagian besar kemafian kardiovaskular dan di masyarakat Barat dianggap sebagai suatu epidemi katanya.

Dijelaskan, aterotrombosis adalah suatuproses penyakit yang dimulai jika plak-plak dalam pembuluh nadi pecah, sehingga merusak dinding nadi tersebut.Plakplak tersebut ditimbulkan oleh eteroskierosis (penimbunan lemak di sepanjang pembuluh nadi). Jika, plak-plak pecah, sel-sel dalam darah yang diseput platelet memberi respon dengan membentuk suatu gumpalan darah untuk menutup bagian yang rusak, seperti suatu kerak yang terbentuk pada sebuah luka.

Selanjutnya, gumpalan darah yang terbentuk dalam urat nadi yang telah menjadi sempit dapat- mengurangi atau sama sekali menghambat aliran darah dalam pembuluh nadi. Berhentinya pasokan darah yang kaya oksigen.

Serangan jantung terjadi apabila suatu gumpalan darah terbentuk dalam pembuluh nadi koroner yartgt memasok darah ke otot dan jaringan jantung. Sementara strok terjadi jika suatu gumpalan darah terbentuk dalam suatu pembuluh nadi yang menuju ke otak.

“Sebelumnya dianggap bahwa apabila plak aterosklerosis bertambah berat, liang pembuluh darah. bertambah sempit, sehingga penyakit itu menjadi bertambah berat dan lebih berbahaya. Namun kemudian diketahui dari penelitian bahwa bukan derajat sempitnya liang yang berbahaya, tetapi apakah plaknya rentan menjadi pecah karena dindingnya tipis,” papar Dr. Kaligis. “Ini adalah paradigma baru sehingga para ahli kemudian lebih memfokuskan diri bagaimana membuat dinding plak menjadi stabil dan menjinakkan sel-sel pembeku darah sehingga bila plak pecag gumpalan darah bisa larut atau menjadi kurang berbahaya,” tambahnya.

Dipaparkan, risiko aterotrombosis dapat dikurangi dengan mengubah dan mengendalilkan faktor-faktor penyebab seperti gaya hidup (merokok, pola makan tinggi lemak, gula dan garam, tidak berolahraga), kelebihan berat badan, darah tinggi, stres, diabetes, disiplimedia, dan pernah menderita aerotrombosis (serangan jantung dan stroke).

Menurut Dr. Kaligis, penelitian Monitoring of Cardiac Trends (Monica) yang dilakukan beberapa kali setiap 5 tahun di Jakarta Selatan memperlihatkan berbagai faktor resiko tersebut mempercepat pembentukan plak aterosklerosis di dinding liang pembuluh darah.

Sumber: Senior

Leave a Reply