Mataku Cantik, Mataku Sehat

Ayu (25) merasa sudah beberapa hari ini matanya yang mengenakan lensa kontak terasa tidak nyaman, apalagi saat dia harus berkutat di ruang ber-AC.


Kesibukannya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan farmasi multinasional mengharuskannya bergelut dengan layar komputer hampir delapan jam sehari.

“Mata terasa pedih. Kebetulan saya pakai lensa kontak, rasanya kok seperti terus berair dan mengganjal. Tidak nyaman sekali untuk bekerja,” ujarnya.
Anda merasa punya keluhan yang kurang lebih sama dengan Ayu? Perempuan bekerja yang setiap hari harus berhadapan dengan layar komputer dalam waktu lama, nyaris lupa berkedip, bisa mengalami apa yang disebut sindrom mata kering (dry eye syndrome). Mata kering merupakan sebuah kondisi kronis tidak memadainya produksi air mata dan kelembaban pada mata. Kalaupun produksinya cukup, namun kualitasnya rendah, sehingga muncul keluhan seperti mata terasa panas, perih, berpasir, mengganjal untuk berkedip. Pokoknya keluhan yang membuat kita tidak nyaman.
Pada kasus Ayu, gejala mata kering menjadi lebih terasa karena dia menggunakan lensa kontak. Pemakaian lensa kontak yang tidak tepat memang berpotensi menimbulkan keluhan mata kering, dan membuatnya kian memburuk jika sebelumnya keluhan mata kering sudah ada.
Lensa kontak banyak dipilih karena selain dapat mengoreksi gangguan pada mata, juga membuat indera penglihatan tampak gaya bagi pemakainya. Lensa kontak merupakan lensa yang diletakkan di atas kornea, alat ini dapat menempel pada kornea karena daya kohesi.
Sebenarnya lensa kontak, baik yang keras atau lunak, relatif aman digunakan sepanjang pemakaiannya tepat. Jika pemakai menggunakan lensa kontak tepat sesuai aturan, efek samping dari lensa kontak dapat diminimalkan, walaupun tak bisa dibilang nol sama sekali.
Sejumlah kerugian pada penggunaan lensa kontak yang kurang tepat antara lain mata menjadi lebih mudah kena infeksi apabila pemakainya kurang mengindahkan kebersihan atau jika lengkungannya kurang bersih, lebih mudah terjadi erosi kornea, terutama kalau lensa kontak dipakai terlalu lama atau dipakai tidak teratur. Efek negatif pemakaian lensa kontak dalam jangka panjang atau pemakaian secara sembrono adalah munculnya sindrom mata kering seperti disebutkan di atas. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa pemakaian lensa kontak dan mata kering merupakan lingkaran setan. Sindrom mata kering membuat pemakaian lensa kontak terasa tak nyaman, dan mengusap (mengucek) lensa terhadap konjungtiva tampaknya menjadi penyebab mata kering.
Banyak faktor penyebab munculnya sindrom mata kering, antara lain proses pertambahan usia (khususnya selama menopause), efek samping pengobatan (antihistamin, antidepresan, tekanan darah tinggi dan juga pil KB), pengaruh lingkungan (berangin, berdebu atau kering), hingga pendingin ruangan (AC). Penyebab lainnya adalah kurangnya frekuensi kedipan, khususnya saat kita harus menatap layar komputer seharian, secara terus-menerus. Penutupan tidak sempurna kelopak mata, penyakit kelopak mata dan defisiensi kelenjar produksi air mata juga menjadi penyebab mata kering.
Sindrom mata kering umumnya terjadi pada perempuan, kemungkinan karena fluktuasi hormon, terutama mereka yang menginjak usia menopause. Namun karena faktor lingkungan juga berpengaruh pada munculnya gejala mata kering, perempuan usia produktif juga berpeluang besar terkena sindrom mata kering ini.
Nah, bagaimana mamakai lensa kontak namun sebisa mungkin tidak mengalami mata kering? Sejumlah kiat berikut dapat dilakukan:
1.Sebaiknya lensa kontak dipakai setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan di dokter mata (untuk mata dengan kelainan refraksi yaitu plus/minus) agar lengkung belakang lensa kontak sesuai dengan lengkung kornea.
2.Lensa kontak sebaiknya hanya digunakan oleh orang yang menjaga kebersihan agar tidak mudah terkena infeksi.
3.Jaga kebersihan lensa kontak, cucilah kedua tangan sebelum memegang lensa kontak
4.Jika mengenakan jenis lensa kontak jangka panjang, sebaiknya lepas dan sterilkan lensa itu setiap malam.
5.Kenakan lensa sekali pakai sesuai waktu yang disarankan dokter mata. Jangan dipakai lebih lama dengan alasan berhemat.
6.Mengenakan lensa kontak terlalu lama tanpa melepaskannya dapat menghabiskan oksigen pada kornea mata. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan penglihatan kabur, rasa sakit, mata berair, merah dan peka terhadap cahaya. Lepaskan lensa kontak jika gejala itu muncul.
7.Periksakan mata Anda secara teratur untuk menghindari masalah yang dapat muncul akibat penggunaan lensa kontak
8.Orang yang mengalami gangguan mata kering atau pernah mengalami tukak kornea tidak dianjurkan memakai lensa kontak. Sebaiknya pilih kacamata saja. Tetap cantik kok!

Leave a Reply