Jakarta, Selasa Kemudaan biasadiidentikkan dengan kulit halus, cantik,berseri.
Ketika usia menua,secara alami kulit pun akan kehilangancahaya, menjadi kusam dan keriput.Jangan biarkan hal itu terlalu cepat menyapaAnda!
Tentu denganmembiasakan pola hidup sehat sejakmuda, dan tak lupa asupan antioksidan.Bagian terluar tubuh, yakni kulit, seringkalimenjadi cermin yang paling jelas atas usiaseseorang. Namun, terkadang sulit sekalimenduga usia bila tampilan kulit tampaklebih tua atau sebaliknya, jauh lebihmuda.
Tentulah kebanyakandari kita mendambakan kondisiyang terakhir. Masalahnya sekarang,apakah kita selama ini sudah sedemikianpenuh perhatian terhadap kulit? Kulit merupakanorgan yang sungguh hebat dan menempatibagian terbesar dari tubuh.
Sayangnya,organ ini justru seringkati terabaikan. Orang baru akan menaruh perhatian lebih bila kulit mengalami masalah, misalnyamenjadi kering, berminyak, berbintik hitam atau berbercak kemerahan, berjerawat, serta berkerut. Mulai Kering Sejalan dengan merambatnya usia, kulit akan kehilangan elastisitasnya.Itu karena kadar kolagen dalam kulit secara alami memang berkurang secara bertahap dari tahun ke tahun.
Kolagen adalah molekul protein yang menjadi bahan penunjang utama kulit,ligamen, tulang, dan tulang rawan. Seperti halnya karet, kolagen itu lembut dan kenyal, serta mudah dibuat bermacam-macam bentuk. Berkat kolagen bentuk kulit bisa tampak indah sebab halus tak berkerut.
Oleh karena itulah, faktor terpenting dalam memelihara kehalusan kulitadalah dengan menjaga keberadaan kolagen. Serat-serat kolagen mulai mengalami kerusakan ketika usia manusia sekitar 25tahun karena kulit hanya mampu menyimpan sedikit air. Ini yang menyebabkan kulit mulai tampak kering.
Proses penuaan sendiri bisa berjalan secara alami dan bisa juga berlangsung dini.Salah satu biang keladi penuaan yang datang lebih cepat adalah radikal bebas. Seperti diketahui, radikal bebas yang sangat reaktif dan dapat menimbulkankerusakan sel-sel tubuh, bisa datang dari dalam maupun luar tubuh.
Polusi, asap rokok, alkohol, limbah kendaraan bermotor, paparan sinarultraviolet dari matahari adalah radikal bebas dari luar tubuh. Yang datang dari dalam tubuh misalnya sisa metabolisme atau efek dari kerja sistem kekebalan tubuhyang memerangi serangan infeksi yang begitu hebat.
Sebetulnya tubuh sudah dipersenjatai dengan mekanisme untuk menangkal radikatbebas. Namun, sejalan bertambahnya usia, timbunan radikal bebas itu juga sudah menggunung, sehingga tak lagi mempan diatasi sendiri. Untuk itu tubuh harus mendapat bantuan armada dari luar, dalam bentuk makanan yang bersifatantioksidan. Makanan itu intinya mengandung vitamin C, E, A atau betakaroten, ditambah zinc dan selenium.
Suplemen Antioksidan Kurangnya asupan vitamin E dan C yang memiliki fungsi antioksidansangat kuat, menurut penelitian di Edinburgh University, berhubungan dengan kelebihan berat badan, kadar kolesterol, serta tekanan darahtinggi. Semua itu merupakan faktor yang juga sangat erat kaitannya dengan prosespenuaan.
Selain mencegah penyakit degeneratif, seperti kolesterol tinggi dan hipertensi yangdapat berujung pada kejadian stroke dan penyakit jantung, konsumsi antioksidan juga sangat menunjang terpeliharanya kecantikan kulit. Vitamin C misalnya, sangat membantu dalam pembentukan kolagen, sehingga,elastisitasnya tetap terjaga.
Kulit pun akan tampak bercahaya, meski usia sudah di ambang senja. Mendapatkan bahan makanan sumber antioksidan alami, tidaklah sulit. Kita bisamemperolehnya dari wortel, bayam, brokoli, ubi merah, kubis brussel, asparagus, bawang, jamur, kembang kol, tomat, dan sebagainya. Juga terdapatdalam buah kiwi, pisang, stroberi, mangga, pepaya, alpukat, kacang kedelai, almond, ikan, kerang, dan lain-lain.
Selama pola makan kita mengikuti aturan gizi seimbang dan beragam, kebutuhanantioksidan alami itu akan terpenuhi dengan baik. Namun, bagi Anda yang tidak bisa rutin menerapkan pola tersebut, dapat memenuhinya dari suplemen yang diperkayadengan berbagai vitamin dan mineral antioksidan.