Tusukan Jarum Hambat Menopause

Jawa Pos, Senin, 29 Mei 2006,
PROSES penuaan memang sangat ditakuti sebagian orang, terutama wanita. Gejala semacam pengeriputan kulit hingga menopause sebisa mungkin dihambat kedatangannya. Ketakutan semakin menjadi kala seseorang menjajal pencegahan penuaan dengan suplai hormon hingga penghalusan kulit dengan laser.

Tentunya, ketakutan tersebut karena efek negatif yang muncul akibat treatment pencegahan penuaan tersebut. Seperti, tubuh yang menjadi gemuk akibat suplai hormon. Kemudian pengelupasan kulit berlebihan saat terapi laser.

Menurut dr Ria Andriani Dewanto Akp D, CIBTAC, pengobatan akupunktur bisa dijadikan alternatif pilihan untuk menghindari efek negatif yang muncul dari beberapa treatment pencegahan penuaan. Pada kasus penghambatan penuaan, penusukan jarum akupunktur dibagi menjadi dua. Yakni, akupunktur yang bersifat sistemik atau menyeluruh dan yang bersifat lokal.

Untuk menghambat menopause, akupunktur sistemik yang digunakan. “Dalam pengobatan China, dikenal 12 organ pada tubuh manusia. Untuk penghambatan menopause, terdapat tiga titik organ yang dibidik. Yakni, limpa, hati, serta ginjal,” jelas Ria.

Menurut wanita lulusan FK Unair ini, terapi pada titik organ ini bertujuan untuk replacement (penggantian) hormon. Tubuh didesain untuk dapat membentuk hormon kembali. Memang, pada usia yang tidak muda lagi, pembentukan hormon tidak secepat seperti muda dulu. Sehingga, dibutuhkan waktu yang cukup lama.

“Pada terapi akupunktur, dibutuhkan kontinyuitas. Biasanya, akupunktur dilakukan seminggu sekali. Dan, orang yang bersangkutan harus mendapatkan kurang lebih delapan kali terapi. Kalau ditotal, terapi yang didapatkan memakan waktu setidaknya dua bulan,” jelas konsultan medis Klinik Hamidah Surabaya itu.

Mengapa dibutuhkan kerutinan pada proses terapi akupunktur? Sebab, hormon endorfin yang muncul setiap kali treatment hanya bertahan selama tiga hari. Kerutinan treatment yang dilakukan diharapkan dapat mempertahankan hormon endorfin.

“Umumnya, pasca treatment, hormon endorfin pada tubuh mencapai titik puncak. Bila treatment dilakukan secara rutin, tubuh kita dapat memiliki keseimbangan antara Yin dan Yang,” ujarnya. Lalu bagaimana dengan proses penuaan yang ditandai dengan pengeriputan kulit?

Untuk kasus ini, akupunktur yang bersifat lokal yang diterapkan. Yakni, dengan membidik titik-titik tertentu pada wajah. Fungsi dari pembidikan titik-titik pada wajah adalah pembentukan jaringan ikat yang baru serta memperbaiki sirkulasi darah pada wajah. Untuk waktunya, perawatan akupunktur yang bersifat lokal ini sama dengan yang sistemik. Harus rutin. (sna)

Leave a Reply