Jakarta, Kamis
Tujuan pemakaianalat kontrasepsi adalah mencegahterjadinya kehamilan. Namun,ternyata, selain fungsi pencegahankehamilan, alat kontrasepsi jugabisa membuat kulit wajah menjadi halus.
Kenapa dan alatkontrasepsi yang mana?
Rani, lajang 20 tahun,tekun menyimak sebuah artikel tentangpil KB di majalah yang tengah ia baca.Yang membuatnya tertarik, informasi ditulisan itu menyebut bahwa pil KB dapatmembuat kulit jadi halus, bersih tanpajerawat. Benarkah?
Menurut Prof. Dr. dr.Biran Affandi, Sp.OG dari FKUI, alatkontrasepsi, seperti pil KB, umumnyamemang dikonsumsi untuk merencanakansebuah keluarga. Namun, alatkontrasepsi ada banyak macam. Salahsatunya, kontrasepsi hormonal yang bisadigunakan untuk mengatasiketidakseimbangan hormon dalam tubuh.Sementara, jerawat pun timbul karena adanya ketidakseimbangan hormon tadi. Jadi, selain yang berkaitan dengan kehamilan, fungsi alat kontrasepsi juga untukmembuat hormon seimbang.
Pengertian alat kontrasepsi sebenarnya adalah usaha mencegah terjadinyakehamilan. “Sifatnya bisa sementara atau permanen. Beda dengan keluarga berencana (KB) yang artinya lebih luas, yaitu mengatur atau menjarangkankehamilan untuk merencanakan sebuah keluarga,” jelas Biran.
Ada dua jenis kontrasepsi, yakni non-hormonal dan hormonal. Kontrasepsi non-hormonal ada tiga macam. Yang pertama, kontrasepsi teknik. Misalnya dengan menyusui. “Menyusui 24 jam (full breast-feeding) selama enam bulan pertama usiabayi akan berpengaruh pada pencegahan ovulasi,” jelas Biran. Ditambah lagi, wanita menyusui juga belum mendapat haid.
Yang kedua, kontrasepsi mekanik, yakni dengan spiral (IUD) dan kondom. IUDmerupakan alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim. “Tapi spiral ada efeknya, yakni menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, perdarahan di luar masamenstruasi. Atau darah menstruasi yang keluar lebih banyak dari biasanya.”
Sementara kondom berfungsi sebagai pemblokir sperma masuk ke vagina. “Tapi, inipun bisa gagal. Biasanya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama. Kondom juga mudah robek jika tergores kuku atau benda tajam lain.Pemasangan kondom pun butuh waktu, selain bisa mengurangi sensasi seksual,” papar Biran.
Yang ketiga adalah metode sterilisasi, yaitu pencegahan kehamilan denganmengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). “Metode ini efektif bagi yang ingin mencegah kehamilan secara permanen, bukansementara.”
EFEKTIF DAN FLEKSIBEL
Kontrasepsi hormonal memiliki fungsi utama untuk mencegahkehamilan, tapi juga bisa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. “Kontrasepsi ini mempengaruhi kadar estrogen dan progesteron yang dapat mencegah ovulasi, sehingga akan mencegah kehamilan,” jelas Biran.
Namun, kontrasepsi hormonal tidak boleh diberikan pada wanita yang sedang hamil,punya kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor pada rahim. Yang termasuk kontrasepsi hormonal adalah pil kombinasi, suntik, susuk, juga koyoKB. “KB suntik memang praktis dan murah, tapi punya kelemahan, bisa mengganggu siklus haid,” ungkap Biran.
Begitu pula susuk yang ditanam di bawah kulit lengan. Praktis, tapi efeknyamembuat nyeri lengan dan seringkali bermasalah saat proses pencabutan. Koyo KB ditempelkan di kulit setiap minggu. Sayang, bagi yang berkulit sensitif, koyo ini seringmenimbulkan alergi.
Hingga saat ini, yang paling dianggap efektif adalah pil kombinasi atau biasa disebutoral contraception (OC). OC merupakan kombinasi estrogen dan progesteron berdosis rendah.
Kelebihan OC adalah bisa bekerja dengan berbagai cara sekaligus, antara lainmencegah terjadinya ovulasi, mengentalkan lendir leher rahim sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahim, serta membuat dinding rongga rahim tidak siap untukmenerima dan menghidupi hasil pembuahan. Syaratnya, harus disiplin. Dengan disiplin, perlindungan terhadap terjadinya kehamilan bisa mencapai 100 persen.
Selain itu, cara ini juga fleksibel, bisa dihentikan kapan saja. Jika ingin hamil, bisalangsung berhenti minum pil. “Biasanya, 3 bulan setelah berhenti minum pil, wanita akan langsung hamil,” tukas Biran. Penggunaan pil ini juga relatif praktisdibandingkan suntik yang masih memungkinkan terjadinya syok.
Keuntungan lain, OC bisa mengurangi risiko kehamilan di luar kandungan, karenatidak terjadi ovulasi. “OC juga bisa mengurangi risiko terjadinya kista ovarium, penyakit radang panggul, dan mengurangi gejala pre-menstruasi berat sepertikejang perut dan nyeri.”
Radang panggul terjadi akibat infeksi. Nah, OC dapat mengurangi masuknya kumanpenyebab infeksi. Masih ada lagi manfaat OC, yakni mengurangi risiko munculnya benjolan jinak payudara, juga infertilitas primer. “OC akan mengurangi risikokemandulan.”
OC juga dapat melindungi wanita terhadap osteoporosis, serta perlindunganterhadap kanker ovarium dan endometrium, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup manusia.
TUMBUH RAMBUT OC ternyata juga memberi manfaat tak langsung, misalnya membuatsiklus haid kembali normal dan menghilangkan nyeri ovulasi.
Selain itu juga mengurangi rasa tegang pada payudara ketika sedang haid. Bahkan,beberapa pil kombinasi juga mengurangi jerawat.
Hal ini juga dibenarkan oleh dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK dari FKUI.Menurutnya, dalam tubuh wanita terdapat hormon estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen ada pada laki-laki dan perempuan. “Tapi jumlah danjenisnya berbeda. Pada perempuan, jika mengalami ketidakseimbangan hormon, androgennya akan meningkat,” jelas Nurul.
Perkembangan saat ini membuat OC berbeda dengan pil KB (pil kombinasi) yangdulu ada. Saat ini, OC mengandung anti-androgen, yang sebelumnya tidak ada di pil-pil KB. “Itulah sebabnya, OC mampu menghaluskan kulit karena menekan minyakyang diproduksi hormon androgen.”
Pada perempuan, hormon androgen memicu pertumbuhan rambut pada ketiak,pubis, membentuk estrogen, mencegah osteoporosis, memicu nafsu seksual, dan menimbulkan perasaan nyaman. Kelebihan hormon androgen pada perempuandapat menyebabkan kulit berminyak, timbul jerawat, hingga tumbuh rambut berlebih di tempat yang tidak biasa (hirsutisme). “Hormon ini juga dapat menipiskan rambut dikepala, klitoris membesar, suara berubah, dan kulit kasar.”
Yang mengkhawatirkan, jika kelebihan hormon ini sampai mengganggu siklus haid,obesitas, dan peningkatan risiko penyakit jantung. “Gangguan terhadap siklus haid ini bisa sampai terhentinya haid, juga infertilitas,” kata Nurul. Hormon androgen inijuga mempengaruhi kerja akar rambut dan kelenjar sebum (penghasil lemak yang mengganggu kulit sehingga menjadi jerawat).
Selain itu, kelenjar sebum akan menstimulasi akar rambut sehingga terjadihirsutisme. Jerawat terjadi ketika muara kelenjar sebum tersumbat. Ini mengakibatkan cairan sebum tidak dapat lolos, sehingga terjadi pembendungan danperadangan. “Tapi tidak menutup kemungkinan, jerawat ditimbulkan oleh kosmetik dan debu,” ujar Nurul.
Untuk kondisi hirsutisme, jumlah rambut pada janggut, dada, punggung bagian atas,perut, bagian dalam paha, atas mulut, akan meningkat. “Ini bisa ditangani dengan mencabut, mencukur, atau waxing yang dioleskan di kulit sampai kering laludikelupas. Tapi cara ini tidak sampai ke akar rambut. Bisa juga dengan pemberian anti androgen.” Di sinilah fungsi pil kombinasi, yang di dalamnya terdapat antiandrogen. “Anti androgen ini akan mengatasi berbagai masalah kulit sehingga kulit menjadi bersih.”
Untuk menangani jerawat, Nurul menganjurkan membersihkan kulit dengan hati-hati.Bisa juga dilakukan pemberian obat anti-bakteri (benzoilperoksida), antibiotik, dan pelepasan komedo.
Memilih Alat Kontrasepsi
Tidak ada metode kontrasepsi yang efek untuk semua orang.
Jadi, jangan mendasarkan pemilihan kontrasepsi Anda pada situasi orang lain.Konsultasikan dengan ginekolog mengenai plus-minus setiap metode untuk kondisi Anda.
Tentukan berapa lama Anda ingin menunda kehamilan: temporer atau permanen. Bila Anda membutuhkan kontrasepsi dalam jangka waktu tidak terlalu lama (dibawah 3 tahun) dan masih ingin hamil lagi, penggunaan OC atau metode jangka pendek lain bisa dipertimbangkan.
Selama menyusui, hindari penggunaan kontrasepsi yang mengandung estrogen,karena dikhawatirkan akan mengurangi produksi ASI.
Bila Anda ingin mengunakan kontrasepsi hormonal, perhatikan sejarah kesehatanAnda, misalnya riwayat penyakit diabetes kronis, jantung, ginjal, dan sebagainya. Lakukan pemeriksaan pap smear, mamografi dan tekanan darah secara teratur(misalnya sekali setahun) selama menggunakan alat kontrasepsi.
Gunakan OC berfungsi ganda dengan kandungan CPA (anti-androgen), sehinggaAnda mendapatkan manfaat ganda: ber-KB sambil mendapatkan kulit wajah halus bebas minyak dan jerawat, sekaligus berbagai manfaat non-contraceptive.
Paling Efektif
Keberadaan OC di Indonesia memang masih memicu kontroversi. Di kebanyakannegara Eropa, OC dijual bebas tanpa resep dokter. Sementara di Indonesia, masih harus dengan resep dokter. “Namun, OC dianggap sebagai metode kontrasepsipaling efektif dengan efek samping minimal,” tandas Biran.
Sebenarnya, dengan status dapat dijual bebas, OC akan mampu menurunkan angkaaborsi dan biaya yang dikeluarkan masyarakat. Selain itu, OC juga membantu pemerintah dalam mengendalikan angka kelahiran dan memelihara sumber dayamanusia.
Namun, penggunaan OC juga memungkinkan peningkatan kasus wanita denganmasalah ginekologis, seperti penyakit infeksi reproduksi, karena pasien malas periksa ke dokter. “Apalagi jika terjadi penyalahgunaan OC, seperti seks bebas, yangbisa meningkatkan kasus penyebaran penyakit seksual,” ujar Biran.
Ada juga faktor penyebab kegagalan penggunaan OC. Jika salah memulaimengonsumsi, maka efeknya pun tidak maksimal. Dalam setiap kemasan, ada urutan hari dan panah untuk menunjukkan urutan konsumsi. Ditambah lagi, jika lupamemulai dengan kemasan baru pada waktu yang ditentukan setelah 7 hari bebas pil, juga tidak maksimal. ”
Pernah juga ada yang putus di tengah jalan karena efek samping pil yangmenimbulkan rasa mual dan pusing. Apalagi jika ada yang termakan mitos bahwa tubuh harus istirahat dari OC selama 1 - 2 bulan setiap periode tertentu,” urai Biran.Jadi, sebaiknya pendidikan ditingkatkan baik melalui media, atau pelajaran di sekolah. Bisa juga dengan peningkatkan jumlah klinik KB.
Mitos Seputar OC
OC sama dengan metode KB lainnya . Tidak benar, karena OC mampumembuat kulit lebih halus.
OC membuat tubuh bertambah gemuk. Sebenarnya ini berkaitan denganpola makan individu dan sugesti terhadap rasa aman. Berat badan justru terjaga stabil. Rasa aman mencegah kehamilan dan berbagai keuntunganmengonsumsi OC, membuat diri Anda jadi senang dan suka makan. Jadi itu pengaruh individu.
OC sebabkan jerawat. Sekarang sudah ada OC yang mengandung CPA (Siproteron Asetat) yang dapat mencegah produksi minyak berlebihan padakulit. Jadi OC justru mempercantik kulit.
OC bikin rahim kering sehingga mempengaruhi kesuburan. Justru OC mudahdiatur, jika ingin hamil, bisa langsung dihentikan. Pada wanita sehat, OC dapat membuat siklus haid teratur.
OC memicu kanker Penelitian membuktikan bahwa OC mengurangi risiko terjadinya kankerovarium.
OC sebabkan perdarahan. Ini terjadi jika mengonsumsi OC tidak disiplin.Karena jika berhenti minum pil lebih dari 12 jam, hormon tubuh akan turun yang artinya tanda sudah boleh haid. (Tabloid Nova)