fajar.co.id
Ada 3 penyebab yang membuat wanita sulit punya anak. Pertama Myoma (miom), kedua kista, dan ketiga endometriosis. Terbentuknya Miom berawal dari gangguan fungsi syaraf yang disebabkan gangguan hormon estrogen serta emosi yang tak stabil.
Gangguan fungsi syaraf ini selanjutnya akan menyebabkan kesalahan bentuk otot di dalam rahim atau uterus.
Miom merupakan tumor jinak dari miometrium (otot rahim) yang melalui pemeriksaan USG terlihat seperti gumpalan.
Diameternya bisa beberapa cm, namun bisa juga mencapai 5 kg. Miom biasanya terdeteksi ketika seorang wanita ke ahli kebidanan dan kandungan dengan keluhan sulit memiliki anak.
Dan tak jarang, gumpalan inilah yang menjadi biang keladinya. Dalam istilah medis miom disebut fibriod, yang sebenarnya tumor jinak.
Beberapa ahli mengatakan bahwa miom juga terkait faktor bakat, yang kemudian dipicu oleh rangsangan hormon, makanan kaya lemak, kelebihan berat badan.
Rangsangan inilah yang memicu pertumbuhan miom. Infeksi dan jamur di dalam rahim juga memungkinkan miom tumbuh kembali meskipun telah diangkat (operasi). Kebersihan organ intim serta menjaga keseimbangan emosi merupakan kata kunci mencegah miom tumbuh kembali.
Fakta tentang Miom
* Miom tergolong tumor jinak
* Menyerang 20 persen wanita usia reproduktif
* Mulanya berupa gumpalan kecil, lama kelamaan membesar dan mengganggu rahim dan kehamilan
* Mulai muncul pada wanita yang telah mendapat menstruasi
* Sebagian besar wanita tidak merasakan adanya miom, karena pertumbuhan miom tergolong lamban (minimal butuh waktu 8 tahun)
* Karena sulit terdeteksi, kebanyakan miom ditemukan secara kebetulan saat USG karena kehamilan atau terasa ada gangguan.
Gejala Miom
* Rasa nyeri saat menstruasi
* Pendarahan menstruasi cenderung banyak (tidak seperti biasanya)
* Rasa sakit pada pinggung
* Haid tak beraturan
* Perut terasa sebah (penuh)
* Terkadang disertai peningkatan frekuensi buang air kecil