Antibiotik Picu Kanker Payudara

By: Indomedia
PENYAKIT apa yang paling ditakui kaum hawa saat ini? Jawabnya, kanker payudara adanya. Memang, jenis penyakit ini tak hanya ganas dan rawan merenggut nyawa, namun tingkat kesembuhan pasien pun membawa risiko cacat alat vital perempuan.

Penelitian ilmiah terbaru yang diungkap, Rabu (18/2), menunjukkan betapa tingginya risiko kanker payudara, hanya gara-gara mengkonsumsi antibiotik.

Kaum wanita yang mengkonsumsi antibiotik selama 500 hari selama 17 tahun, dua kali risikonya mengidap kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak. Risiko kian besar sesuai tenggat waktu penggunaan antibiotik dari segala jenis.

Penelitian itu memang belum menjabarkan spesifik kaitan antara antbiotik dan risiko terkena kanker payudara, walaupun memberikan sejumlah kemungkinan.

“Kemungkinannya wanita yang banyak mengkonsumsi antibiotik menjalani suatu proses lain dalam tubuh mereka, antara lain reaksi kekebalan tubuh yang lemah atau terjadinya ketidak-seimbangan hormon yang mungkin menyebabkan kanker payudara,” jelas Christine Velicer, penulis hasil riset itu di Seattle Washington.

Kemungkinan lainnya, antibiotik menyebabkan bakteri di usus besar yang biasanya mencegah terjadinya perubahan sifat sel menjadi ganas yaitu sel kanker.

Christine menyatakan terlalu dini menyimpulkan kaitan antara obat-obatan tersebut dengan implikasi kesehatan. Meski begitu ia menyerukan segera dilakukan penelitian lanjutan mengenai hubungan antara kedua faktor tersebut.

“Saat ini bukanlah waktunya mengatakan semua antibiotik buruk untuk kesehatan,” kata John Potter, Kepala Publikasi Ilmiah Lembaga Penelitian Kanker Hutchinson.

“Antibiotik adalah obat yang sangat berguna untuk menangani infeksi, namun harus digunakan secara benar,” tambah Potter. Dua ahli epidemiologi dari Pitsburgh menegaskan, temuan ilmiah tersebut agak mengkhawatirkan, mengingat penggunaan antibiotik sangatlah umum namun terkadang menjadi hal yang tak diperlukan.

“Jadi secara logika risiko terkena kanker payudara dapat dikaitkan dengan antibiotik dapat menjadi tinggi ataupun dapat dihindarkan sekaligus,” tegasnya.

Penelitian tersebut dilakukan diantara 2,266 wanita yang mengidap kanker dan 7.900 wanita sehat dalam masa pengawasan kesehatan di atas kurun waktu 19 tahun dengan catatan menggunakan obat-obatan selama 24 tahun. afp/ant/kcm

Leave a Reply